Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) emiten yang bergerak di bidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions) melaksanakan kegiatan Paparan Publik Tahunan pada tanggal 7 Desember 2020 yang dilangsukan secara virtual, untuk memberikan paparan strategi dan kinerja bisnis serta kinerja keuangan perseroan.
Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk. Heru Firdausi Syarif mengungkapkan bahwa saat ini perseroan sedang bertransformasi dari model bisnis medical equipment supplier menjadi manufacturer dan inovator peralatan medis dengan visi HiTech Healthcare Solutions. Keputusan tersebut merupakan upaya perseroan untuk terus meningkatkan nilai perusahaan secara optimal.
“Pasca Covid sektor kesehatan akan banyak mengalami kemajuan signifikan tidak hanya sektor kesehatan tanah air namun juga secara global, untuk itu IRRA akan semakin memperbesar peran dan kontribusinya melalui transformasi” uangkap Heru.
Kedepan IRRA akan terus menambah portofolio produk untuk memperbesar ruang pertumbuhan perusahaan kedepannya. Salah satu produk yang sedang dipersiapkan perseroan adalah Avimac , produk imunudulator untuk meningkatkan imun tubuh milik IRRA tersebut saat ini sedang dalam uji klinis tahap-3 di BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan).
Diharapkan , tahun depan sudah bisa di pasarkan. Sepanjang tahun 2020, performa perseroan telah melampaui target yang ditetapkan. Pendapatan yang ditargetkan tumbuh 20% , mampu tumbuh diatas 20%. Begitu juga untuk performa laba bersih, yang semula di targetkan bisa tumbuh diatas 20%, diperkirakan pertumbuhannya bisa berada diatas 30%.
Capaiaan positif perseroan di tahun ini , tidak lepas dari masuknya pesanan dari program penanganan Covid – 19 di kuartal IV seperti penyediaan mesin plasma darah untuk 45 RS Rujukan Covid-19, pengadaan jarun suntik ADS untuk program vaksin dan terakhir pengadaan Swab Antigen Test.
Direktur Pemasaran dan Penjualan IRRA Hendry Herman mengungkapkan, Swab Antigen Test dengan merk Panbio milik Abbott ini baru mulai dipasarkan di kuartal IV tahun ini.
“Tahun ini, kami melengkapi produk kami dengan Produk Covid Swab Antigen Test, meskipun baru, kontribusinya sangat bagus dan tahun depan kontribusinya akan signifikan karena akan dipasarkan secara penuh”.uangkap Hendry.
Selain produk Covid Swab Antigen Test, perseroan juga menambah produk kesehatannya berupa peralatan USG yang juga mendapat penerimaan yang sangat baik.
Tahun depan , perseroan meyakini akan tumbuh lebih tinggi lagi, selain ekspektasi peningkatan belanja kesehatan. Kinerja Perseroan juga akan ditopang dengan beroperasinya secara penuh pabrik ke-2 milik PT Oneject Indonesia (Oneject) yang merupakan sister company perseroan ditahun depan.
Hadirnya pabrik ke-2 tersebut akan membuat total kapasitas yang dimiliki OneJect mencapai 1,2 miliar jarum suntik sekali pakai (ADS) dan safety needle per tahun, sekaligu mengukuhkan OneJect sebagai produsen jarum suntik sekali pakai (ADS) dan safety needle terbesar di ASEAN.
Kinerja Keuangan 9M2020
Sepanjang Sembilan bulan 2020 (9M2020), perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp141,06 miliar atau tumbuh 9,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kontribusi pendapatan perseroan berasal dari Alat Kesehatan Non Elektromedik (Alat Suntik) yang tumbuh 19,3% (YoY) menjadi Rp33,14 miliar. Dan Produk Diagnostic In Vitro yang tumbuh sebesar 6,5% (YoY) menjadi Rp107,77 miliar.
Laba usaha perseroan yang berhasil diraih sampai 9M2020 sebesar Rp11,36 miliar atau tumbuh 31,8% dibandingkan priode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp8,6 miliar.
Sementara untuk perolehan laba bersih, tumbuh lebih tinggi lagi sebesar 46,4% menjadi Rp9,03 miliar. Raihan pertumbuhan laba usaha dan laba bersih yang tinggi tersebut juga disertai peningkatan kualitas laba berupa peningkatan margin laba. Margin laba usaha dan laba bersih IRRA masing-masing meningkat sebesar 137 bps dan 162 bps menjadi 8,1% dan 6,4% di 9M2019.
Total aset perseroan per 9M2020 tercatat sebesar Rp245,59 miliar , nilai aset tersebut mengalami penurunan karena penurunan liabilitas dan ekuitas perseroan. Penurunan nilai ekuitas perseroan disebabkan oleh kebijakan pembelian saham kembali (buyback) yang dilakukan oleh perseroan di kuartal I – 2020.
Jumlah saham yang dibeli perseroan dalam program Buyback tersebut sebanyak 113.622.400 juta lembar dengan nilai pembelian sebesar Rp59,91 miliar.
Sekilas PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA)
PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) adalah emiten yang bergerak dibidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions) sejak awal tahun 2000. Komitmen kami adalah menjadi penyedia layanan kesehatan yang paling andal dan berorientasi pelanggan di Indonesia.
Komitmen tersebut dibuktikan dalam portofolio kami, di mana perusahaan kami telah mendapatkan banyak kemitraan dengan prinsip-prinsip perawatan kesehatan terkemuka baik lokal maupun internasional seperti Oneject, Abbott, Terumo, HMD, Balmed, iGene, dll.
Saat ini perseroan memiliki 12 jaringan distribusi (Sub-Distributor) yang menjangkau pelanggan perseroan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. (RO/OL-09)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi langkah cepat sektor swasta dalam membantu mempercepat pemulihan fasilitas publik di daerah bencana.
Pendekatan yang bersifat administratif-finansial ini membuat sistem kesehatan menjadi reaktif.
Kemenkes bekerja sama dengan Philips, Graha Teknomedika, dan Panasonic Healthcare Indonesia sepakat untuk melakukan transfer teknologi dan produksi alkes berteknologi tinggi secara lokal.
AbadiNusa memulai langkah sebagai usaha distribusi alat laboratorium dan alat kesehatan dengan keyakinan atas pentingnya akses alat kesehatan berkualitas.
Penguatan daya saing industri kesehatan nasional dinilai semakin krusial di tengah meningkatnya kebutuhan layanan medis, dan ketatnya persaingan global.
Tes laboratorium presisi menjawab berbagai masalah kesehatan, mulai alergi yang tidak kunjung membaik, demam berulang pada anak, hingga berat badan yang turun naik atau yoyo.
PT Pertamina Gas (Pertagas) mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025.
PT Bank SMBC Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025.
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025 dengan pendapatan sebesar Rp9,03 triliun di tengah tantangan kondisi makro ekonomi.
Konsisten memperkuat pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan kinerja positif melalui pertumbuhan kredit yang solid.
Laporan keuangan bulanan (bank only) dari Bank Mandiri Januari 2026 mencatat realisasi kredit perseroan tumbuh 15,62% secara tahunan (year on year) menjadi Rp1.511,4 triliun.
PT Pegadaian berhasil menorehkan kinerja positif di tahun 2025 dengan mencetak laba bersih sebesar Rp8,34 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved