Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Menteri ESDM Apresiasi Pertamina Ikut Gandeng Pelindo 1

Mediaindonesia.com
06/12/2020 20:36
Menteri ESDM Apresiasi Pertamina Ikut Gandeng Pelindo 1
Pertamina menggandeng Pelindo 1 terkait dengan pembangunan dan pengelolaan sarana fasilitas tangki BBM dan jalur pipa gas bumi.(Dok. Istimewa)

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif menyambut positif langkah Pertamina menggandeng Pelindo 1 terkait dengan pembangunan dan pengelolaan sarana fasilitas tangki bahan bakar minyak (BBM) dan jalur pipa gas bumi.

Menurut Arifin, hal itu mendukung pemerintah dalam mendorong pemerataan ekonomi dengan membangun infrastruktur energi di Sumatra Utara. Pasalnya, sarana tersebut akan hadir di Kawasan Industri Kuala Tanjung dan Pelabuhan Hub Internasional Kuala Tanjung, Sumatra Utara.

Baca juga: Efisiensi Layanan Pelabuhan, Pelindo 1 Gandeng IPCC dan JPPI

"Pembangunan infrastruktur gas bumi merupakan komitmen untuk penguatan ketahanan energi di dalam negeri, sehingga tidak tergantung hanya satu sumber energi yakni BBM," kata Arifin dalam keterangan yang diterima, Minggu (6/12/2020).

Untuk diketahui, Pertamina melaksanakan groundbreaking sarana dan fasilitas bunker penunjang Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) yang ke depan akan dikembangkan sebagai TBBM untuk membantu suplai di wilayah Sumatra Utara pada Jumat (4/12/2020).

Tidak hanya itu, Pertamina juga melakukan peresmian jalur pipa gas distribusi Kuala Tanjung di Area Terminal Multipurpose Kuala Tanjung PT Pelindo 1 (Persero) di Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara.  

Sarana dan fasilitas bunker (bunker service) akan berdiri di lahan milik PT Pelindo 1 di Pelabuhan Kuala Tanjung dan kelak akan menjadi bagian dari pengembangan tank bunker Kuala Tanjung.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung pemerintah dalam mendorong ekonomi wilayah Sumatra Utara dan sekitarnya dengan memasok kebutuhan energi di kawasan industri dan Pelabuhan Kuala Tanjung.

"Dengan rencana Kuala Tanjung sebagai kawasan industri dan pelabuhan hub internasional, maka diharapkan jumlah industri di Kuala Tanjung terus bertambah, sehingga permintaan kebutuhan gas juga meningkat," tukas Nicke.

Baca juga: Pelindo 1 Terapkan Sistem Pengelolaan SDM secara Digital

Direktur Utama Pelindo 1 Dani Rusli Utama menjelaskan, sarana dan fasilitas dermaga Pelabuhan Kuala Tanjung sangat berpotensi mendukung berdirinya TBBM, mengingat dermaga ini memiliki panjang 500 meter dan lebar 60 meter.

"Pelabuhan ini bisa disinggahi kapal raksasa sejenis Very Large Container Carrier (VLCC) dengan bobot 50 ribu DWT. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah dan Pertamina," kata Rusli menimpali. (RO/A-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya