Sabtu 05 Desember 2020, 09:40 WIB

Jokowi Lepas Ekspor ke Berbagai Negara

Rudi Kurniawansyah | Ekonomi
Jokowi Lepas Ekspor ke Berbagai Negara

MI/Rudi Kurniawansyah
Presiden Joko Widodo secara daring melepas ekspor berbagai produk nasional, termasuk produk asal Riau, ke pasar dunia.

 

PRESIDEN Joko Widodo melepas ekspor produk Indonesia ke pasar global secara serentak di Indonesia. Kegiatan bertajuk 'Pelepasan Ekspor ke Pasar Global' itu terpusat di Lamongan, Jawa Timur dan dikoordinasikan langsung oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto.

Kegiatan pelepasan ekspor itu diikuti 133 pelaku usaha, baik skala besar maupun skala kecil dan menengah (UKM), yang tersebar di 16 provinsi di Indonesia.

Total nilai ekspor kegiatan tersebut pada Desember 2020 mencapai US$1,64 miliar atau setara dengan Rp23,75 triliun. Kegiatan tersebut
dilakukan secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/12).

Baca juga: Sudahi Regulasi yang Rumit

Dalam sambutannya, Kepala Negara menegaskan salah satu kunci memperbaiki perekonomian nasional adalah dengan meningkatkan nilai ekspor.

Peningkatan tersebut bukan hanya bertujuan membantu pelaku usaha untuk tumbuh dan membuka lapangan kerja, tapi juga untuk menghasilkan devisa dan mengurangi defisit transaksi berjalan.

"Memang, di situasi pandemi dan perekonomian global yang sedang lesu saat ini berdampak pada pasar ekspor yang juga pasti menurun. Namun, kita tidak boleh menyerah, kita harus melihat dengan lebih jeli peluang pasar ekspor yang masih terbuka lebar di negara-negara yang juga sekarang ini sedang mengalami pandemi," ujar Jokowi.

Presiden mengingatkan, satu per satu persoalan yang menghambat kinerja ekspor Indonesia harus rutin dicermati dan dicarikan solusinya. Regulasi yang rumit serta prosedur birokrasi yang menghambat juga harus segera dipangkas.

Mendag Agus Suparmanto menjelaskan pelepasan ekspor serentak ini merupakan upaya peningkatan ekspor nonmigas sekaligus memotivasi pelaku usaha agar tetap meningkatkan ekspor. Kegiatan ini juga menjadi langkah percepatan ekspor non-migas di masa pandemi, termasuk pemulihan ekonomi nasional pada 2021.

"Acara ini sekaligus menandai momentum ekspor produk Indonesia pada Desember. Pelepasan ekspor ini menjadi perhatian tersendiri karena terdapat sejumlah pelaku usaha yang mencatatkan ekspor perdana serta sejumlah pelaku usaha lainnya yang berhasil mendiversifikasi produk ekspor mereka," jelasnya.

Adapun negara tujuan ekspor hampir mencakup seluruh belahan dunia seperti Asia Pasifik antara lain Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Tiongkok, Singapura, Hong Kong, Qatar, Arab Saudi, negara-negara Benua Eropa, negara-negara ASEAN, India, dan Bangladesh.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Oktober 2020 mencatatkan surplus US$17,07 miliar. Surplus tersebut merupakan surplus tertinggi kedua dalam satu dekade terakhir, mendekati nilai surplus pada 2010 yang mencapai US$22,12 miliar.

Pelepasan Ekspor di Provinsi Riau

Khusus Provinsi Riau, kegiatan pelepasan ekspor dilakukan di kawasan PT RAPP di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. PT RAPP (APRIL Group) dan PT Asia Pacific Rayon (APR) yang ikut berpartisipasi pada acara pelepasan ekspor ini mengekspor produk kertas dan rayon dengan nilai sebesar US$24,48 juta atau Rp347,16 miliar untuk tujuan Tiongkok, Turki, Pakistan, dan Bangladesh.

Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antarlembaga Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana mengapresiasi para pelaku usaha yang berhasil melakukan ekspor di tengah pelemahan ekonomi global akibat pandemi covid-19.

"Pelepasan ekspor ini diharapkan dapat terus memotivasi para pelaku usaha, termasuk UKM untuk berinovasi agar dapat menembus pasar global," ujarnya.

Wakil Gubernur Riau Edy Afrizal Natar Nasution mengatakan acara ini membuktikan eksportir dari Riau tetap dapat melakukan eksportasi yang stabil di masa pandemi ini.

Edy juga mengapresiasi RAPP dan APR yang terus berkontribusi terhadap daerah dalam menyerap tenaga kerja di daerah Riau.

Edy berharap masyarakat terus dapat mengikuti protokol kesehatan di masa pandemi dan para pelaku usaha dapat menjaga performa usaha mereka.

Mill Operations Support Director RAPP Mhd Ali Shabri menyampaikan terima kasih kepada Kemendag, Pemprov Riau, dan Pemkab Pelalawan dengan terpilihnya RAPP (APRIL Grup) sebagai lokasi pelepasan ekspor ke pasar
global.

RAPP mengharapkan dukungan dari pemerintah untuk tetap berkinerja selama masa pandemi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Pelalawan Zardewan beserta unsur Forkompinda Pelalawan.

Kinerja Perdagangan Provinsi Riau menunjukkan surplus sebesar US$8,28 miliar untuk produk non-migas pada periode Januari-September 2020 dimana
impor tercatat sebesar US$927,1 juta dan nilai ekspor tercatat sebesar US$9,21 miliar. Adapun produk ekspor utama terbesar adalah kelapa sawit dan turunannya, bubur kertas dan kertas. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Konsep Buy Now, Play Later Bakal jadi Primadona di 2021

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:55 WIB
Berdasarkan studi dari Coherent Market Insights, pasar Paylater global diperkirakan akan tumbuh dari US$5 juta pada 2019, menjadi US$...
Ist

Agar Tampilan Wajah Segar dan Bebas Kilap Minyak

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:20 WIB
Bedak tabur adalah bagian dari kosmetik populer karena setiap wanita menginginkan kulit berseri tanpa kilau minyak dalam tampilan...
AFP/Johan Ordonez

Pemilik British Airways Beli Air Europa dengan Setengah Harga

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 22:51 WIB
Pemerintah Spanyol telah memberikan Air Europa pinjaman sebesar 475 juta euro untuk membantu maskapai tersebut melalui...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya