Jumat 04 Desember 2020, 08:05 WIB

Dolar AS Jatuh Ke Level Terendah Selama 2,5 Tahun

mediaindonesia.com | Ekonomi
Dolar AS Jatuh Ke Level Terendah Selama 2,5 Tahun

Antara/Reno Esnir
Dolar AS menunjukan pelemahan

 

MATA uang Dolar AS jatuh pada ke level terendah dalam lebih dari 2,5 tahun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB),
sementara euro menguat, saat tanda-tanda kemajuan menuju stimulus fiskal AS dan optimisme tentang vaksin covid-19 membuat investor optimis.

Dalam perdagangan sore, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,3% menjadi 90,72,
setelah menyentuh terendah sesi di 90,504, paling dalam sejak April 2018.

Dengan daya tarik safe-haven menguap, greenback  juga jatuh ke level terendah hampir enam tahun terhadap franc Swiss.

Dalam tanda kemajuan yang mungkin terjadi, Ketua Dewan Perwakilan Demokrat Nancy Pelosi dan Pemimpin Mayoritas Senat Republik Mitch McConnell berkonsultasi tentang bantuan virus corona. Partai Republik telah mendorong bantuan lebih rendah US$500 miliar   yang ditolak Demokrat karena terlalu kecil untuk mengatasi pandemi yang mengamuk.

Investor telah menjual mata uang safe-haven  dolar ketika selera terhadap mata uang berisiko meningkat di tengah optimisme tentang vaksin
covid-19, sehari setelah Inggris menyetujui vaksin Pfizer Inc.

"Penurunan dolar tidak akan hilang dalam waktu dekat,"kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York.

"Setiap hari kami semakin dekat dengan pemberian vaksin virus corona dan ada banyak optimisme bahwa Anda akan melihat pemulihan yang jauh lebih cepat pada 2021."

Dolar juga tertekan oleh data AS yang menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran turun 75.000 ke penyesuaian secara musiman 712.000 untuk pekan yang berakhir 28 November. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan 775.000 klaim.

Meskipun ketegangan antara Amerika Serikat dan China menimbulkan risiko penurunan, pasar global mengharapkan peningkatan hubungan perdagangan di bawah pemerintahan Presiden terpilih Joe Biden.

Euro melonjak ke level tertinggi sejak April 2018 di 1,2174 dolar dan terakhir di 1,2142 dolar atau menguat 0,2%.

Pound menguat 0,7% terhadap dolar pada 1,3452 dolar, saat negosiasi Brexit berlanjut. Pound memangkas keuntungan setelah editor politik BBC Laura Kuenssberg mengatakan pembicaraan menemui hambatan pada Kamis malam (3/12), ketika blok Eropa memperkenalkan elemen-elemen baru.

Bank Sentral Eropa mengatakan akan memberikan stimulus lebih lanjut untuk membantu zona euro ketika bertemu pada 10 Desember. Pelaku pasar akan memperhatikan setiap komentar tentang kekuatan euro.
  
Dolar Australia -- dilihat sebagai proksi likuid untuk risiko -- naik 0,4% pada hari itu di 0,7445 dolar AS, setelah sebelumnya mencapai level
tertinggi sejak Agustus 2018.
  
Dolar Selandia Baru juga menyentuh tertinggi baru 2,5 tahun di atas 0,71 dolar AS dan terakhir diperdagangkan naik 0,23% di 0,7080 dolar AS. Dolar jatuh ke level terendah dalam lebih dari seminggu terhadap yen dan terakhir diperdagangkan turun 0,4 persen pada 103,98 yen.
  
Greenback juga turun 0,36%  terhadap franc Swiss menjadi 0,8917 franc, setelah turun ke level terendah sejak Januari 2015.(Ant/E-1)

Baca Juga

Antara

Perekomian di Jawa Paling Terpukul Akibat Pandemi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Januari 2021, 23:30 WIB
Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di kota-kota besar Pulau Jawa memengaruhi minat investor menanamkan...
Antara

Sandiaga : Dana Wakaf Dapat Mempertahankan Lapangan Kerja

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Januari 2021, 23:00 WIB
"Dana wakaf ini insyaallah akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kegiatan sosial yang lebih luas, apalagi di tengah pandemi...
Antara

Anggaran Kemenhub Dipangkas Rp12,4 T untuk Vaksinasi Covid-19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Januari 2021, 20:49 WIB
Seperti diketahui, pemangkasan tersebut terjadi setelah ada instruksi dari Kementrian Keuangan melakukan refocusing anggaran 2021 soal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya