Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Daerah Irigasi Lewat IPDMIP

Mediaindonesia.com
16/11/2020 11:26
Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Daerah Irigasi Lewat IPDMIP
Training Dasar Fasilitasi Rantai Nilai IPDMIP pada 11-14 November lalu.(Dok. Kementan)

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya selalu mengupayakan peningkatan kesejahteraan petani. Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program  (IPDMIP) menjadi salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di daerah irigasi sehingga pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

"Jika produktivitas meningkat, pendapatan petani juga meningkat. Kemampuan sumber daya manusia juga harus kita tingkatkan agar mereka bisa mengelola pertanian dengan baik,” kata Syahrul dalam keterangan yang diterima, Senin (16/11/2020).

Sebagai informasi, Provincial Program Implementation Unit (PPIU) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah mengadakan kegiatan Training Dasar Fasilitasi Rantai Nilai IPDMIP pada 11-14 November lalu. Pelatihan ini adalah angkatan ke-III dari empat angkatan yang direncanakan. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan, pelatihan berlangsung dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, penugasan dan praktik lapangan. Kegiatan itu diikuti 30 penyuluh dari 3 kabupaten, yaitu Banggai (12), Poso (10), dan Toli-Toli (8). 

"Upaya peningkatan kesejahteraan petani terus dilakukan. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian melaksanakan hal tersebut melalui kegiatan IPDMIP. Tidak hanya itu, pemerintah maupun pihak swasta, serta kolaboratif di antara keduanya pasti terus melakukan kegiatan untuk peningkatan kesejahteraan petani," ucap Dedi. 

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Trie Iriany Lamakampali mengatakan, masih banyak kendala yang dihadapi dalam pengembangan pembangunan pertanian. Sebut saja hasil penelitian atau teknologi yang ada belum bisa secara maksimal diadopsi oleh petani. "Penyuluh diharapkan dapat mengoptimalkan Kostratani sebagai upaya memperbaiki kondisi pertanian saat ini. Berkaitan dengan pelatihan rantai nilai diharapkan penyuluh dapat meningkatkan pengetahuannya tentang materi yang ada," ujar dia. 

Narasumber Imam Wahyudi mengatakan, saat ini peran gender dalam rantai produksi dalam sektor pertanian sering kali belum diperhatikan. Akibatnya, target penerima manfaat dari program peningkatan produksi menjadi kurang tepat. “Perspektif gender sangat diperlukan dalam merancang program-program pengembangan bisnisnya agar kinerja rantai nilai lebih efektif dan bermanfaat bagi perempuan dan laki-laki,” ujar Imam. (RO/A-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya