Jumat 13 November 2020, 12:40 WIB

Kemenperin Dorong IKM Berinovasi dengan Teknologi di Masa Pandemi

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Kemenperin Dorong IKM Berinovasi dengan Teknologi di Masa Pandemi

ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid
Ilustrasi: pembuat roti dan kue

 

KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) mengatakan sektor industri kecil menengah (IKM) harus mampu merumuskan strategi untuk melakukan efisiensi di tengah masa adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi covid-19. Langkah ini diusulkan guna menopang usaha mereka.

“Kami mendorong pelaku IKM melakukan adaptasi bisnis baru melalui optimalisasi produk dan layanan dengan memanfaatkan teknologi modern sehingga menciptakan inovasi atau terobosan yang belum ada sebelumnya,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (13/11).

Gati menjelaskan, setiap perusahaan memiliki kebutuhan perawatan, perbaikan dan operasional atau MRO (maintenance, repair and operation) sebagai usaha melakukan efisiensi. Menurutnya, dengan menggunakan teknologi seperti layanan e-commerce, kebutuhan MRO tak perlu harus bertatap muka langsung dengan pihak lain untuk mencegah penularan covid-19.

Adapun yang termasuk dalam kategori MRO adalah barang maupun jasa yang dibutuhkan untuk proses perawatan, perbaikan dan operasional, misalnya suku cadang mesin, pembersih, peralatan keselamatan, perkakas dan lainnya.

“MRO adalah sembakonya industri yang pasti habis dipakai akibat rusak atau memang sudah waktunya diganti dan lain-lain. Setiap bulan, industri membutuhkan pasokan dari sisi vendor MRO. Jarang sekali ada perusahaan yang tidak membeli  kebutuhan MRO dalam satu bulan,” jelas Gati.

Baca juga: Kemenperin Genjot Mutu Produk IKM untuk Gairahkan Ekonomi

Namun, menurut Gati, biaya terkait MRO sering kurang terpantau dengan baik sehingga pengeluaran tidak efisien. Padahal di masa pandemi saat ini, efisiensi menjadi kunci untuk bertahan dan memenangkan persaingan.

"Dengan pengadaan MRO yang baik, perusahaan dapat meraih efisiensi yang optimal sekaligus meminimalkan downtime operasi dan berdampak positif pada kinerja perusahaan,” ungkap Gati.

Pihaknya optimistis, apabila upaya strategis tersebut dapat dijalankan dengan baik, sektor usaha khususnya pelaku IKM dapat memberikan kontribusi lebih signifikan bagi perekonomian Indonesia.

“IKM dipandang memiliki peran besar, baik itu dalam dari sisi jumlah unit usaha atau serapan tenaga kerja. Tercatat dari 16,5 juta tenaga kerja, 10,5 juta berasal dari IKM yang tersebar di 4,2 juta usaha,” pungkas Gati.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA

OJK Ajukan Banding Terkait Gugatan Bosowa

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 08:00 WIB
Keputusan Dewan Komisioner OJK membuat Bosowa dinyatakan tidak boleh lagi menjadi pengendali Bank...
Antara/Adwit B Pramono

Pembangunan Tol Manado-Bitung Seksi II Telan Anggaran Rp500 Miliar

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 02:00 WIB
"Progres fisiknya khusus seksi II telah mencapai 83 persen," sebut...
Johannes EISELE / AFP

Wall Street Dibuka Lebih Tinggi pada Perdagangan Selasa Pagi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 00:53 WIB
Saham-saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat, dibuka lebih tinggi pada perdagangan Selasa (19/1) pagi waktu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya