Senin 09 November 2020, 00:20 WIB

Inovasi Pacu Startup Baru

Ihfa Firdausya | Ekonomi
Inovasi Pacu Startup Baru

Dok. Istimewa
Startup

 

EKOSISTEM keuangan digital dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat dapat mendorong tumbuhnya wirausaha dan perusahaan rintisan (startup) baru yang terbentuk di Indonesia.

“Kehadiran inovasi (di keuangan digital) memberi kesempatan dan pintu untuk kewirausahawan dan startup,” ungkap Direktur Grup Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dino Milano melalui seminar daring, pekan lalu. 

Dino menyebutkan pihaknya melalui OJK Innovation Centre for Digital Financial Technology (OJK Infinity) terus berkomitmen untuk membangun ekosistem keuangan digital yang berkelanjutan.

Melalui program ini, OJK mewadahi startup untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, riset, hingga forum panel pakar pada bidangnya untuk melakukan analisis model bisnis dan kelayakan bisnis dari industri-yang diharapkan mampu menggugah inovasi bagi ekosistem  perekonomian digital di Indonesia.

“Inovasi diharapkan mempersingkat rantai transaksi, ditambah ada peran teknologi yang penting. Harapannya, konsumen bisa mendapatkan harga kompetitif dan produsen juga bisa jual secara kompetitif, agar mampu bertahan serta mengembangkan industri dan infrastruktur ke depannya,” kata Dino.

Mengenai dampak ekonomi digital terhadap perekonomian nasional, Dino mengatakan pandemi berperan untuk mengubah gaya transaksi dan belanja secara daring sehingga pertumbuhan transaksi digital meningkat secara signifikan.

Namun, ia mengakui perlu adanya dorongan bagi masyarakat dan penyedia jasa keuangan secara merata agar dapat adaptif dengan perubahan ini.

“Kami terus dorong indusri jasa keuangan untuk adaptif memberi layanan masyarakat melalui digitalisasi. Ini untuk merespons perubahan gaya hidup di berbagai sektor, apalagi dengan pandemi, sangat mengubah gaya hidup dan pola transaksi di masyarakat,” terang Dino.

Karena itu, lanjut Dino, OJK mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan transaksi digital untuk bisnisnya. “Dukungan OJK itu, antara lain meningkatkan akses KUR digital, digitalisasi UMKM, dan mendorong penggunaan QRIS, secara bertahap,” pungkas Dino.


Lapangan pekerjaan

Pada kesempatan terpisah, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan bonus demografi harus dimanfaatkan untuk melahirkan lebih banyak startup atau technopreneur atau perusahaan berbasis teknologi untuk membawa Indonesia lebih maju.

Dalam diskusi virtual Muda Berinovasi: Start Your Startup Now, pekan lalu, Bambang mengatakan keberadaan startup dan bonus demografi jadi suatu bonus bagi Indonesia apabila dikelola dan dioptimalkan dengan baik sehingga membuat Indonesia menjadi negara yang lebih maju.

“Bonus demografi harus diarahkan untuk melahirkan lebih banyak startup yang berkualitas dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan lebih besar. Dengan lapangan pekerjaan yang lebih besar, apalagi kalangan muda sudah lebih familier dengan revolusi industri 4.0 dengan teknologi digital, kita harapkan tingkat pengangguran terbuka nantinya akan terus turun, layaknya negara maju,” tutup Bambang. (Ant/S-3)


 

Baca Juga

MI/Lilik Darmawan

Produk UMKM Ingin Diekspor, Teten : Daya Saing Produk Ditingkatkan

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 22 Januari 2021, 23:21 WIB
“Untuk memperbesar kapasitas UMKM agar berkontribusi dalam ekspor nasional, KemenKopUKM tahun ini akan mendorong UMKM masuk ke sektor...
Ilustrasi

PGN Kembangkan Digitalisasi untuk Optimalkan Usaha

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 22 Januari 2021, 23:18 WIB
Saat ini, PGN telah memiliki sistem informasi yang mengintegrasikan seluruh anak usaha sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas...
Ist

Produk Perawatan Kulit Ini Tebar Promo Belanja Online

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Januari 2021, 22:35 WIB
Produk unggulan yang ditawarkan meliputi produk pemenang Glowpick Award...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya