Kamis 22 Oktober 2020, 07:47 WIB

Harga Emas Melonjak 14 Dolar Saat Optimisme Bantuan Covid-19 di AS

mediaindonesia.com | Ekonomi
Harga Emas Melonjak 14 Dolar Saat Optimisme Bantuan Covid-19 di AS

AFP/David Gray
Pekerja membersihkan emas di ABC Refinery, Sydney Australia, 5 Agustus 2020.

 

EMAS berjangka melonjak pada akhir perdagangan Rabu (Kamis,22/10 pagi WIB) mencatatkan kenaikan untuk hari ketiga secara beruntun. Optimisme investor meningkat bahwa paket bantuan virus korona AS akan diumumkan sebelum pemilihan presiden 3 November, untuk menekan greenback dan mendukung daya tarik emas sebagai pelindung nilai inflasi.
  
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, bertambah 14,1 dolar AS atau 0,74 persen itutup pada 1.929,50 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (20/10), emas berjangka naik 3,7 dolar AS atau 0,19 persen menjadi 1.915,40 dolar AS. Emas berjangka juga menguat 5,3 dolar AS atau 0,28 persen menjadi 1.911,70 dolar AS pada Senin (19/10), setelah melemah 2,5 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 1.906,40 dolar AS pada Jumat lalu (16/10).

Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan masalah terbesar pada pendanaan untuk pemerintah negara bagian dan daerah, tetapi menambahkan bahwa kemajuan telah dibuat menuju kesepakatan bantuan virus korona. Spekulasi yang meningkat untuk terobosan akhirnya mendorong dolar ke level terendah dalam hampir dua bulan, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
  
Emas yang dianggap sebagai pelindung nilai terhadap inflasi, penurunan nilai mata uang dan ketidakpastian telah melonjak lebih dari 26 persen tahun ini. Terutama didorong oleh tingkat stimulus global yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk melindungi ekonomi dari kemerosotan yang disebabkan oleh virus korona.

baca juga: Sri Mulyani: Kesenjangan Teknologi Terjadi di Indonesia
  
Investor juga berbondong-bondong ke logam mulia sebagai safe haven ketika jumlah kasus covid-19 di Uni Eropa terus meroket dalam beberapa hari terakhir. Kasus covid-19 juga meningkat di Amerika Serikat.
  
"Apa yang akan membuat permintaan mendorong emas lebih tinggi? Ini akan menjadi stimulus lanjutan, berlanjutnya suku bunga negatif. Orang-orang khawatir tentang lonjakan infeksi covid-19 karena emas dianggap sebagai tempat yang aman," tambah Matousek dari Investor Global AS. (Ant/OL-3)
  

Baca Juga

Antara/Syifa Yulinnas

Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan, Kinerja KKP Harus Dibenahi

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 29 November 2020, 14:50 WIB
Apalagi pejabat tinggi di KKP terjerat kasus suap izin ekspor benih lobster. Dalam setahun terakhir, KKP dinilai kurang mengutamakan...
Antara/Aditya Pradana

Angkasa Pura II Siap Hadapi Libur Nataru

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 29 November 2020, 13:48 WIB
Perseroan bersama stakeholder terkait akan memastikan kelancaran penerbangan di sejumlah bandara. Termasuk, mengantisipasi kebutuhan...
Dok. Pribadi

Ammana-KORPRI Beri Akses Pendanaan Syariah bagi ASN

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 29 November 2020, 03:48 WIB
Pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal III-2020 salah satunya ditopang oleh sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya