Senin 19 Oktober 2020, 20:17 WIB

Ekonomi Selamat, Masyarakat Selamat

mediaindonesia.com | Ekonomi
Ekonomi Selamat, Masyarakat Selamat

MI/RAMDANI

 

PENYEBARAN covid-19 di Indonesia selain berpengaruh terhadap kesehatan juga berdampak negatif pada perekonomian nasional. Pada penanganan dampak covid-19 terhadap perekonomian nasional diperlukan manajemen krisis. Yaitu, melalui 'rem' dan 'gas' yang seimbang antara penanganan aspek kesehatan dan aspek perekonomian seperti yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo.

Implementasi relaksasi kredit terbukti membawa 'angin segar' bagi sektor usaha di Jawa Timur melalui realisasi restrukturisasi kredit yang nilainya mencapai Rp86,1 triliun (per September 2020) yang dilakukan pada 1.043.063 debitur. 

Realisasi tersebut terdiri dari restrukturisasi kredit UMKM sebesar Rp49,2 triliun dari 901.274 debitur dan kredit non-UMKM sebesar Rp36,9 triliun dari 141.789 debitur. Sementara itu, restrukturisasi pembiayaan di Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) mencapai Rp19,4 triliun dari 1.324.866 debitur.

Pendampingan business matching
Implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) relaksasi kredit, Kantor Regional OJK (KROJK 4) Jawa Timur melakukan mediasi dengan mengundang bank dan perusahaan pembiayaan untuk memfasilitasi kepentingan masyarakat terdampak covid-19. Beberapa kegiatan mediasi juga dilakukan bersama lembaga lain seperti DPRD Kota Surabaya. 

Untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), KROJK 4 Jawa Timur bersama perbankan melakukan Business Matching dan survei lapangan pada sektor perkebunan, pertanian, dan peternakan. Hal itu bertujuan melihat langsung dampak pandemi covid-19 di sektor riil sekaligus menggali kegiatan usaha yang menjadi motor pemulihan ekonomi Jawa Timur. 

Salah satu sektor perkebunan yang disasar adalah kopi yang merupakan salah satu komoditas utama di Provinsi Jawa Timur, khususnya Kabupaten Bondowoso. Komoditas kopi diharapkan dapat menjadi kluster industri kopi karena adanya daya ungkit yang cukup besar dari hulu ke hilir mulai dari petani kopi sampai pengusaha cafe. 

Selain itu, dilakukan juga pada komoditas beras organik, sayur organik, domba dan sapi karena permintaan dan penjualan cukup tinggi pada masa pandemi. Hal itu karena merupakan kebutuhan dasar dan semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. 

Pada kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan akad kredit oleh petani kopi, petani beras organik, petani hidroganik, serta peternak sapi dan domba dengan total kredit sebesar Rp5,745 milliar dari Bank Jatim. Selain itu, dilakukan pendampingan kepada petani kopi dalam pembuatan kemasan dan label serta pengelolaan keuangan sebagai kelanjutan program tahun lalu. 

Bupati Bondowoso Salwa Arifin menilai inisiatif OJK dan Bank Jatim diperlukan mendukung pemulihan ekonomi, khususnya membantu petani kopi Bondowoso yang menyerap banyak tenaga kerja dalam jumlah besar. 

Hingga akhir triwulan III-2020, jumlah realisasi kredit Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Jawa Timur mencapai Rp20,7 triliun yang diberikan kepada 170.372 debitur. Hal itu terdiri dari penyaluran kredit UMKM sebesar Rp8 triliun kepada 127.856 debitur dan kredit non-UMKM sebesar Rp12,7 triliun kepada 42.516 debitur.

 

Budaya menabung

Untuk meningkatkan inklusi keuangan di Jawa Timur, OJK bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan PT BPD Jawa Timur, Tbk, menyelenggarakan kick off Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Hal itu ditandai dengan pembukaan 30.000 rekening secara serentak para pelajar SMA/SMK di wilayah Jawa Timur melalui penyerahan rekening secara simbolis oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada perwakilan pelajar SMA/SMK secara virtual.

"Pembukaan rekening program KEJAR merupakan langkah awal pelajar memulai perencanaan keuangan sejak dini tanpa harus mengurangi pembelajaran tentang sedekah. Sehingga proses perencanaan keuangan tetap sejalan dengan anak-anak belajar bersedekah. Jangan sampai besar 'pasak dari pada pagarnya'," kata Khofifah. 

Ia berharap dilakukan kerja sama sekolah dengan lembaga jasa keuangan untuk memberikan literasi keuangan agar dapat memberikan pengenalan lebih dini kepada pelajar mengenai produk dan jasa keuangan termasuk financial technology (fintech). 

Kepala OJK Regional Jawa Timur Bambang Mukti Riyadi mengatakan indeks literasi dan indeks inklusi keuangan Jawa Timur berdasarkan survei 2019 meningkat dibandingkan 2016 dan lebih baik dibandingkan nasional. Indeks literasi keuangan meningkat dari 35,6% menjadi 48,95% (nasional 38,03%). 

"Pelajar sebagai kaum milenial diharapkan memanfaatkan produk jasa keuangan yang telah berkembang menjadi produk berbasis digital sebagai salah satu alternatif dalam perencanaan keuangan," Kata Bambang.

OJK senantiasa bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan sering melakukan turun bersama ke lapangan untuk mendengarkan suara masyarakat dan mencari opsi akses-akses yang bisa dibangun. Melalui cara itu diharapkan masyarakat yang terdampak segera bangkit dari problem sosial ekonomi yang menghimpit mereka. 

Dan, Gubernur Jawa Timur pun berharap ekonomi selamat dan masyarakat selamat. (S1-25)

Baca Juga

Dok Xiaomi

Xiaomi Masuk Daftar Hitam AS

👤Fetri Wuryasti 🕔Senin 18 Januari 2021, 11:20 WIB
Perusahaan Tiongkok Xiaomi pada akhirnya harus masuk ke dalam daftar hitam perusahaan yang di blacklist oleh AS diduga terkait militer...
Antara

Ekonomi Kreatif Sumbang PDB hingga Rp1.100 T

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 18 Januari 2021, 11:06 WIB
Data Focus Economy Outlook 2020 menyebutkan ekonomi kreatif menyumbang sebesar Rp1.100 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)...
Antara

56 PMA dan PMDN Kerja Sama dengan 196 UMKM

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 18 Januari 2021, 10:57 WIB
Sebanyak 56 perusahaan besar dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) melakukan kolaborasi bersama 196 UMKM...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya