Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menjamin ketersediaan beras cukup hingg akhir 2020, diprediksi surplus 7 juta ton. Mengacu stok awal 2020 sebesar 5,9 juta ton plus 30,6 juta ton gabah kering giling (GKG) setara 17,06 juta ton beras atau senilai Rp172 triliun.
Mengawali 2020, Indonesia memiliki stok beras 5,94 juta ton dari Desember 2019 plus hasil produksi Musim Tanam I (MT) dari luas tanam 6,1 juta hektar pada Oktober 2019 hingga Maret 2020 (Okmar). Periode MT II pada April - September 2020 (Asep) luas tanam padi mencapai 5,4 juta hektar di seluruh Indonesia.
"Dari total luas tanam fase MT I Okmar dan MT II Asep menghasilkan 30,6 juta ton GKG atau setara 17,06 juta ton beras senilai Rp172 triliun," kata Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, Jumat (16/10).
Cadangan beras pun semakin kompetitif, kata Mentan, karena ada stok 5,94 juta ton dari Desember 2019. Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat pada Januari hingga Juni 2020 mencapai 15,17 juta ton.
"Dari selisih tersebut, dicapai surplus 7,83 juta ton maka harus didukung program percepatan tanam agar stok pangan khususnya beras ke depan lebih stabil dan tumbuh," kata Mentan pada kegiatan video conference (Vcon) Mentan Sapa Penyuluh dan Petani (MSPP) Vol. 22 yang berlangsung tiap hari Jumat.
Sedikitnya 500 partisipan video conference dan lebih 5.000 pemirsa live streaming memadati jagat virtual MSPP, dipancarluaskan AWR ke Agriculture Operation Room (AOR) pada kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) selaku Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) maupun Kostrada dan Kostrawil di kantor dinas pertanian tingkat kabupaten/kota dan provinsi.
“Produksi beras sepanjang 2020 sangat aman. Sejauh ini progress-nya sangat kompetitif. Realisasi ini akan terus positif, apalagi ada support KostraTani dan Food Estate juga sudah digulirkan di Kalimantan Tengah,” kata Mentan Syahrul yang didampingi Sekjen Kementan, Momon Rusmono dan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi.
Menurutnya, untuk menaikan akselerasi produksi beras, juga bergulir program percepatan produksi. Periodenya, mulai April hingga September 2020 dengan luas lahan riil 5,6 juta hektar. Hasilnya, produksi beras pada Juli hingga Desember 2020 diprediksi 12,5 juta ton hingga 15 juta ton atau total produksi dan stok beras pada MT II 2020 mencapai 22,09 juta ton.
Dalam kesempatan tersebut, Mentan mengajak penyuluh diharapkan terus mendorong petani memakai pupuk organik. Selain murah dan 'sehat untuk tanah' juga meningkatkan posisi tawar (bargaining position) produk ekspor pertanian Indonesia di mancanegara.
"Mari kita dorong petani memakai pupuk organik, karena tanaman akan lebih subur dan berkualitas," kata Syahrul.
Dia mengakui bahwa pupuk, salah satu sarana produksi yang sangat vital untuk pertanian, maka pemerintah selalu mengalokasikan anggaran besar, dengan kebijakan pupuk bersubsidi bagi petani agar petani mendapat pupuk berkualitas dengan harga terjangkau.
"Jangan bergantung pada pupuk anorganik. Pupuk organik lebih bagus. Petani harus belajar dan membiasakan tidak bergantung pada pupuk subsidi," kata Mentan didampingi Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) dan Sekretaris Badan PPSDMP Kementan, Siti Munifah.
Sebagaimana diberitakan, Kementan khususnya Badan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dan Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project Program [IPDMIP] menggelar Sekolah Lapang [SL] pemupukan berimbang.
Pusat Penyuluhan Pertanian pada BPPSDMP (Pusluhtan) menyebutkan kegiatan SL Pemupukan Berimbang digelar simultan oleh IPDMIP pada 74 kabupaten di 16 provinsi, yang target kegiatan Program IPDMIP.
Keterangan tertulis yang dilansir Pusluhtan menyebutkan SL IPDMIP di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara menyasar petani dari kelompok tani [Poktan] Sejati Nagori di Desa Jawa Tongah II, Kecamatan Hatonduhan. Peserta dibimbing menggunakan Perangkat Uji Pupuk dan Perangkat Uji Tanah Sawah. (OL-13)
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan target swasembada pangan. Cadangan beras nasional di Perum Bulog mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
GP Ansor melakukan panen padi organik di Kabupaten Blora, sekaligus menanam 3.000 pohon kelapa.
Pertanian regeneratif adalah pengelolaan holistik yang berbeda dengan konsep keberlanjutan (sustainable) biasa.
Salah satu media daring yang berfokus pada pemberitaan agribisnis, yakni Panen News merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar Panen Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
PT Pupuk Indonesia (Persero) melibatkan ribuan inovator dari dalam dan luar negeri untuk mendorong transformasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved