Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Dua pekan lalu, tepatnya Rabu (9/9), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan rencana pemberlakuan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai respons dari peningkatan kasus penyebaran covid-19.
Keputusan itu menimbulkan kekagetan di masyarakat, utamanya dari kalangan pelaku ekonomi. Mereka, pelaku usaha baik UKM maupun usaha besar yang sedang menata kembali lapaknya untuk bangkit kembali, seperti dijungkalkan dari relnya. Karena rem diinjak terlalu dalam dan mendadak, akal sehat atau rasionalitas hilang untuk sementara.
Akibatnya investor melakukan penjualan besar-besaran di Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga bursa sampai harus menghentikan perdagangan sementara (halt trading) akibat kejatuhannya menembus batas 5%. Nilai kapitalisasi pasar saham hari itu merosot Rp300 triliun.
Kita bisa mengatakan bahwa itulah harga yang harus dibayar akibat Pemprov DKI mengambil keputusan menarik rem. Keputusan berharga Rp300 triliun, meminjam pernyataan Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah.
Kita tidak ingin berdebat mengenai keabsahan angka Rp300 triliun. Sebab sejatinya naik dan turun merupakan hal yang biasa di bursa saham. Lihat saja bursa saham dengan santainya mengoreksi kembali nilai pasarnya saat pasar melihat implementasi kebijakan itu tidak semengerikan saat PSBB pertama kali diterapkan.
Bursa hanya butuh dua hari perdagangan untuk membuat nilai kapitalisasi pasar kembali ke posisi semula, saat pengumuman pemberlakuan PSBB kembali dilakukan.
Pekan ini masyarakat dan pelaku usaha akan menantikan kembali pengumuman akankah PSBB dilanjutkan untuk dua pekan mendatang, atau Pemprov DKI akan kembali memberlakukan PSBB transisi seperti yang telah dilakukan sebelumnya.
Harapannya, keputusan itu nantinya diambil berdasarkan data empiris yang valid dan didukung disiplin keilmuan yang kuat. Dengan begitu, keputusan untuk meneruskan atau mencabut kembali pelaksanaan PSBB Jakarta tidak menimbulkan gelombang besar yang tidak perlu.
Benar, bahwa keputusan PSBB kemarin sedikit banyak memengaruhi pertumbuhan ekonomi secara nasional. Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri telah mengumumkan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi akan berada di zona negatif secara full year. Itu artinya Indonesia sudah akan berada pada zona resesi.
Namun, kita tidak ingin keputusan diambil semata-mata untuk penyelamatan ekonomi. Ekonomi dan kesehatan harus seiring dan sejalan. Ketika kesehatan berada dalam kondisi terpuruk, ekonomi mau tidak mau harus sabar menunggu agar kondisi teman seperjalanannya itu pulih terlebih dahulu.
Sehingga kalau kemarin keputusan Anies dikatakan berharga (berongkos) Rp300 triliun, kita ingin agar putusan yang diambil ke depan memberikan nilai Rp500 triliun hingga Rp1.000 triliun. Jadi kita tidak bicara ongkos (cost) lagi, tapi keuntungan (gain/profit) yang didapat dari sebuah keputusan. (E-2)
Mengapa KSEI buka data pemilik saham 1%? Simak hubungan kebijakan ini dengan ancaman penurunan status Indonesia oleh MSCI ke Frontier Market.
KSEI dan BEI resmi buka data pemilik saham di atas 1% mulai 3 Maret 2026. Cek jadwal, cara akses, dan aturan baru free float 15% di sini.
KSEI dan BEI resmi buka data pemilik saham di atas 1% mulai 3 Maret 2026. Cek jadwal, cara akses, dan aturan baru OJK di sini.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyatakan optimismenya terkait proposal yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global MSCI.
BEI kebut proposal ke MSCI & FTSE. Aturan free float 15% masuk tahap final OJK, sementara daftar konsentrasi pemegang saham segera dirilis.
Langkah ini merupakan bagian dari agenda reformasi luas guna memastikan ekosistem pasar yang lebih kredibel, adaptif, serta kompetitif di tingkat internasional.
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan awal bulan, Rabu 1 April 2026, dengan performa impresif.
PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) siap IPO dengan target dana Rp306 miliar. Simak jadwal, harga, dan cara pesan mudah lewat aplikasi IPOT
Investor ritel di pasar saham Indonesia diimbau untuk tidak lagi bergantung pada data usang dalam mengambil keputusan investasi, seiring dinamika pasar yang semakin cepat, dan kompleks.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (30/3) sore ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.
IHSG merosot 76,53 poin atau 1,08% ke posisi 7.020,53. Senasib, indeks kelompok 45 saham unggulan (LQ45) juga terkoreksi 11,00 poin atau 1,53% ke posisi 707,96.
IHSG mencatat penguatan signifikan sebesar 2,75% ke level 7.302, didorong oleh kombinasi sentimen fiskal domestik yang positif serta masuknya aliran dana asing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved