Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kemenan) terus berupaya mendorong lahirnya petani milenial. Selain untuk regenerasi, kehadiran petani milenial juga menentukan kemajuan sektor pertanian.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sugio, Kabupaten Tuban, Jawa Timir, Jumat (18/9).
“Kinerjanya petani dan penyuluh di negara-negara yang maju pertaniannya sungguh luar biasa. Kinerja itu yang harus kita tiru. Sebab, kebangkitan pertanian itu bukan dari aksinyanya, bukan dari pupuknya, tapi diawali dari kebangkitan SDM,” tutur Dedi.
Dedi menegaskan jika kualitas SDM pertanian yang terdiri dari Poktan, Gapoktan, petani, petani milenial, dan penyuluh meningkat, pertanian di Indonesia akan menunjukkan kebangkitan.
“Bahkan, ternyata yang menjadi ukuran maju tidaknya pertanian sebuah negara adalah jumlah petani milenial, jumlah pengusaha tani milenial. Itu ternyata yang menjadi ukuran,” tuturnya.
Menurut Dedi, jika Tuban memiliki 100 petani dan pengusaha tani milenial, berarti pertanian di wilayah Kabupaten Tuban sudah maju.
“Setelah SDM-nya canggih, maju, melek teknologi, semangat, baru yang lainnya kita garap. Percuma kita punya persenjataan yang canggih, kalo penembaknya tidak ada. Percuma alat-alat pertanian bagus, pupuk berlimpah, benihnya hebat, tapi kalo kalau petani dan penyuluh memble percuma,” tuturnya.
Dedi mengatakan, SDM pertanian bisa meningkatkan produktivitas, meski alat-alat pertanian minim, atau pupuk dan benih kurang. Apabila para petani dan penyuluh giat, ia juga yakin produktivitas pertanian ototmatis akan semakin meningkat.
Dedi Nursyamsi menegaskan, sektor pertanian harus mendapat dukungan. Sebab, di saat semua sektor terpukul oleh pandemi Covid-19, PDB sektor pertanian justru naik 16 persen dari kuartal pertama ke kuartal ke dua.
Sementara Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan jika dalam kondisi apapun pangan harus ada.
“Walaupun ada pandemi, pangan harus tetap ada. Saat ini, satu-satunya yang bisa melawan covid-19 adalah imunitas tubuh. Dan imunitas berasal dari makanan yang kita konsumsi. Oleh karena itu, dalam kondisi apa pun pangan tidak boleh bersoal, pangan tidak boleh bermasalah,” katanya. (OL-09)
GP Ansor melakukan panen padi organik di Kabupaten Blora, sekaligus menanam 3.000 pohon kelapa.
Pertanian regeneratif adalah pengelolaan holistik yang berbeda dengan konsep keberlanjutan (sustainable) biasa.
Salah satu media daring yang berfokus pada pemberitaan agribisnis, yakni Panen News merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar Panen Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
PT Pupuk Indonesia (Persero) melibatkan ribuan inovator dari dalam dan luar negeri untuk mendorong transformasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul lahir dari sistem pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui PractiWork, mahasiswa tidak hanya dinilai dari sisi akademik, tetapi juga mencakup kemampuan kognitif, psikomotorik, karakteristik kepribadian, hingga minat dan preferensi kerja.
Periode paling krusial bagi perkembangan manusia terjadi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode ini mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
LSP Quantum HRM Internasional dan Global Communication Network Indonesia (GCNI) resmi menjalin kerja sama strategis dalam penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi kompetensi.
Musda ke-VIII Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten resmi ditutup dan menandai babak baru kepemimpinan organisasi kepemudaan di Tanah Jawara.
Konsep GAR hadir dari keprihatinan akan adanya kesenjangan antara teori akademik dengan tantangan nyata di lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved