Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 yang masih melanda Indonesia sepertinya tidak mengurangi minat para investor untuk menanamkan modal mereka di di Tanah Air. Dengan jemlah penduduknya yang besar dan berbagai potensi lainnya, Indonesia dinilai masih menjadi pasar yang potensial.
Hal itu seperti ditunjukan produsen mukena dari Malaysia yang terkenal dengan nama Telekung Siti Khadijah (SK). Brand nomor satu di Malaysia itu kini hadir di Indonesia dan telah memiliki total 4 Butik untuk memenuhi permintaan pelanggan setia yang berada tepatnya di mall FX Sudirman Jakarta, mall SKA Pekanbaru, Mall PVJ Bandung, dan Mall Tunjungan Plaza Surabaya, Jawa Timur.
Baca juga: BEI Optimistis Pasar Indonesia Terus Tumbuh Positif
Bukan hanya membuka butik, SK juga mendirikan dua pabrik di Indonesia yakni di Tasikmalaya dan Depok, Jawa Barat. Awalnya pada 2015 mereka membuka pabrik di Tasikmalaya, lalu akhir 2019 lalu untuk menambah kapasitas produksi, mereka membuka pabrik baru di Depok.
Selain itu, mukena Siti Khadijah juga menjalin kolaborasi dengan desainer Tanah Air, Ria Miranda untuk menciptakan mukena khusus menggunakan pattern yang menjadi ciri khasnya. Menurut Marketing Manager Mukena Siti Khadijah, Dicky Rahmad Yulian mukena SK sesuai dengan pasar di Indonesia yang memiliki iklim dan budaya yang sama dengan negara asalnya Malaysia.
"Selain itu Siti Khadijah ingin mengajak para pelanggan sudah mengetahui keunggulan mukena SK untuk mulai berbisnis mukena SK ditengah pandemi covid-19 ini,” ujarnya
Hal senada dikatakan CEO PT Siti Khadijah Nusantara, Mohammad Munzir Aminuddin. "SK bertujuan untuk memenuhi permintaan pengguna mukena pada perempuan untuk pasar Indonesia yang memiliki populasi lebih dari 260 juta orang. Dengan membuka pabrik di Jakarta, kami memulainya dengan membuka peluang kerja bagi 100 orang di Indonesia. Berita baiknya adalah pada 2020 kita memiliki kapasitas untuk merekrut hingga 3.000 pekerja untuk mencapai target yang ditentukan," ujarnya.
Menurut pendiri mukena SK, Puan Padzilah Enda Sulaiman, dirinya ingin menaikan nilai mukena ke tingkat yang lebih tinggi namun tetap mempertahankan warisan budaya. Nilai mukena yang dimaksud adalah menggunakan pakaian tidak hanya indah saat pergi ke pesta atau bertemu kolega, namun juga saat di hadapan Allah SWT.
“Mukena merupakan hasil pemikiran dan penelitian yang sangat brilian. Itu sebabnya kami berusaha mempertahankan warisan budaya mukena yang keindahannya sangat luar biasa nilainya. Kami ingin menaikkan nilai Mukena ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Puan Padzilah Enda Sulaiman. (RO/A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved