Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Indonesia akan menggandeng Space-X, perusahaan transportasi luar angkasa milik Elon Musk, dalam peluncuran Satelit Multifungsi Republik Indonesia (Satria).
Adapun untuk pengerjaan pembuat satelitnya, Indonesia memercayakan pabrikan asal Prancis, Thales Alenia Space (TAS).
Demikian dikemukakan Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G Plate saat konferensi pers Penandatanganan Kerja Sama Dimulainya Konstruksi Satelit Multifungsi Satria di Jakarta, kemarin.
“Peluncuran akan dilakukan dengan menggunakan roket Falcon 9-5500 yang diproduksi oleh Space-X, perusahaan asal Amerika,” kata Johnny.
Peluncuran satelit tersebut direncanakan pad
a 2023 mendatang.
Poyek Satria menunjukkan keseriusan pemerintah untuk melakukan percepatan transformasi digital. Menurut Menteri Kominfo, momentum itu akan menandai layanan publik yang prima.
“Sebagaimana diamanatkan Bapak Presiden Joko Widodo. Momentum ini juga menandai harapan kebangkitan ekonomi digital dan hadirnya layanan publik yang prima bagi seluruh masyarakat,” imbuh Johnny. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi langkah Kominfo terkait Satelit Satria yang ditargetkan bisa memberikan akses ke 150 ribu titik untuk wifi gratis di seluruh Tanah Air.
“Kami turut bangga atas rencana Satria yang menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Kami berharap agar satelit ini bisa sustain dan beroperasi di 2023,” ujar Airlangga.
Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso, mengungkapkan seluruh pengadaan Satria, termasuk roket, dilaksanakan melalui tender internasional. Selain SpaceX, PSN juga mempertimbangkan pabrikan roket asal China dan Rusia.
Adi mengatakan proyek Satelit Satria akan melengkapi jaringan tulang punggung serat optik Palapa Ring sepanjang 12.000 km yang diselesaikan pada 2019. (Ins/Ant/E-1)
Samudra Europa berpotensi tidak memiliki dinamika geologis yang cukup untuk mendukung kehidupan, khususnya akibat minimnya aktivitas hidrotermal di dasar lautnya.
Telkomsat menghadirkan Satelit Merah Putih 2 sebagai bagian dari solusi sistem pertahanan dan keamanan nasional untuk mendukung kepentingan strategis bangsa Indonesia.
NASA menguji teknologi satelit baru bernama DiskSat di orbit rendah Bumi.
Peran satelit Telkomsat memungkinkan percepatan koordinasi tanggap darurat, distribusi bantuan yang lebih tepat sasaran, serta pemantauan dampak bencana secara real-time.
TEKNOLOGI Earth Intelligence dan Satelit internet of things (IoT) diperkirakan berkembang pesat dalam lima tahun ke depan.
APPLE dikabarkan tengah mengembangkan teknologi berbasis satelit untuk perangkat iPhone. Memungkinkan pengguna memiliki jaringan telekomunikasi yang lebih kuat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved