Rabu 12 Agustus 2020, 23:46 WIB

Kemarau, Gula Semut Terancam Langka

Antara | Ekonomi
Kemarau, Gula Semut Terancam Langka

MI/LILIEK DHARMAWAN
Gula semut.

 

Perajin gula semut di selatan Cianjur, Jawa Barat, kesulitan mendapatkan bahan baku air lahang sejak tiga bulan terakhir karena selama kemarau air lahang dari pohon kelapa terus berkurang, sehingga pengrajin kesulitan memenuhi pesanan dari luar kota seperti Jabodetabek.

"Selama kemarau sejak tiga bulan terakhir, produksi gula semut mengalami penurunan. Kemarau membuat debit air lahang yang dihasilkan pohon kelapa hanya sedikit," kata Ridwan (43) petani gula semut di Desa Hegarsari, Kecamatan Sindangbarang saat dihubungi Rabu (12/8).

Ketahui potensi ekspor gula semut: https://mediaindonesia.com/read/detail/203373-produsen-asli-gula-semut-ditantang-masuk-pasar-ekspor

Ia menjelaskan, menurunnya produksi lahang tersebut sangat terasa sejak satu bulan terakhir, dari 25 pohon kelapa yang biasa menyuplai air lahang sebagai bahan baku hanya mampu diolah menjadi delapan kilogram gula semut setiap harinya.

"Sebelum musim kemarau dari 25 pohon, kami mampu mendapatkan 18 sampai 23 kilo gula kelapa dalam satu hari. Namun sejak satu bulan terakhir, air lahang terus menurun, sehingga dari 25 pohon hanya bisa menjadi 8 kilogram gula semut," katanya.

Menurunnya produksi gula tersebut tidak membuat harga gula menjadi naik, saat ini harga gula per kilogram di tingkat bandar Rp12.000. Namun untuk memenuhi pesanan dari pelanggan di luar kota, ungkap dia, perajin di wilaya tersebut cukup kesulitan karena minimnya bahan baku.

Bahkan beberapa orang perajin terpaksa menolak pesanan dari luar kota seperti Jabodetabek karena minimnya bahan baku. Pengrajin berharap musim hujan segera turun agar stok bahan baku di pohon kelapa kembali melimpah dan produksi kembali normal.

"Kalau sebelum sulit mendapat bahan baku, setiap minggunya kami bisa mendapatkan Rp1.932.000 namun kini sangat menurun. Sekarang dalam satu minggu hanya mendapatkan Rp672.000, belum ditambah beli kebutuhan bahan, paling sisanya Rp272.000," katanya. (OL-12)

Baca Juga

Antara/Bayu Pratama S

Kementerian PUPR Fokuskan 3 Langkah ini Tangani Banjir di Kalsel

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 19 Januari 2021, 01:35 WIB
"Prioritas pertama ialah untuk infrastruktur jembatan yang rusak saya sudah meminta dalam 3-4 hari bisa diselesaikan sehingga...
Antara/Sigid Kurniawan

Asosiasi Tawarkan Pemerintah Adakan Vaksinasi Covid-19 di Mal

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 19 Januari 2021, 01:32 WIB
"Kami menawarkan tempat kami untuk pemerintah mengadakan vaksinasi di pusat belanja, sehingga lebih cepat terdistribusi," kata...
Antara/Sigid Kurniawan

Asosiasi Tawarkan Pemerintah Adakan Vaksinasi Covid-19 di Mal

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 19 Januari 2021, 01:31 WIB
"Kami menawarkan tempat kami untuk pemerintah mengadakan vaksinasi di pusat belanja, sehingga lebih cepat terdistribusi," kata...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya