Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui anak perusahaan yakni PTPN II, PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, dan PTPN XIV membuat langkah besar dengan masuk ke pasar ritel. Mereka memproduksi gula kemasan 1 kg untuk memenuhi ketersediaan gula di level konsumen dengan harga terjangkau.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Muhammad Abdul Ghani mengatakan strategi perseroan untuk memasok gula konsumsi diharapkan dapat menjaga stabilitas harga gula sesuai harga acuan, yakni Rp12.500 per kilogram.
“Produk gula kemasan ritel 1 kg merupakan langkah serius PTPN Grup sebagai bagian dari bisnis gula yang berkelanjutan, sekaligus untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dan stabilitas harga di masyarakat,” kata Ghani dalam jumpa pers Gula PTPN Grup tembus Pasar Ritel di Jakarta, kemarin.
Ia menjelaskan, PTPN Grup menargetkan produksi gula konsumsi sebanyak 800 ribu ton sampai 1 juta ton dengan tingkat rendemen sekitar 8% pada musim giling tahun 2020.
Lebih lanjut, menurut Ghani, strategi perseroan untuk memperkuat komoditas gula ialah dengan cara memperluas areal tanaman tebu, dari saat ini sekitar 56 ribu hektare menjadi 80 ribu hektare.
Caranya yakni dengan mengonversi lahan karet yang dimiliki anak perusahaan, serta bersinergi dengan perusahaan BUMN lain seperti Perum Perhutani.
Di kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara Grup Dwi Sutoro menjelaskan, pada tahap awal perseroan akan mendistribusikan 40.000 ton atau 40 juta kemasan gula konsumsi dengan kemasan 1 kg ke pasar ritel.
“Kami rencanakan untuk tahun pertama masa giling 2020, dengan konsolidasi yang ada, kita akan mulai dengan 40.000 ton. Kami akan mendistribusikan sepanjang masa giling berikutnya,” kata Dwi.
Ia menambahkan, kapasitas distribusi akan terus dikembangkan sebagai bagian dari rencana strategis PTPN Grup dalam 5-10 tahun ke depan.
Selain itu, PTPN juga akan tetap menggandeng petani tebu rakyat dalam meningkatkan produksi tebu dengan cara menjaga kestabilan harga di tingkat petani.
Dengan cara itu, minat petani diharapkan tetap tinggi untuk memproduksi tanaman tebu sehingga secara langsung menambah kapasitas gula konsumsi dan menaikkan kesejahteraan petani tebu.
“Dengan perluasan area dan perbaikan kultur teknis, varietas, dan tekhologi, kami bisa membuat gula konsumsi lebih baik dan besar lagi,” ujar Dwi. (Des/E-2)
Gula dapat merangsang pelepasan serotonin dan endorfin di otak, yaitu zat kimia yang membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia.
Serangan jantung kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok, jarang berolahraga, atau pola makan yang buruk.
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, pemerintah memastikan pasokan gula konsumsi berada pada level aman.
Gula dapat ditemukan secara alami pada makanan seperti buah, sayur, dan susu, maupun ditambahkan ke berbagai produk olahan sebagai gula tambahan.
Riset menemukan konsumsi fruktosa dapat memicu sel imun bereaksi lebih kuat terhadap racun bakteri, meningkatkan risiko peradangan bahkan pada orang sehat.
Food Policy Fellowship 2025 yang diselenggarakan oleh Pijar Foundation bekerja sama dengan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan, resmi ditutup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved