Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIPASTIKAN penanggulangan covid-19 akan jadi target utama untuk menghindari resesi ekonomi. Hal ini dilakukan sebagai prasyarat awal timbulnya rasa aman dan sehat pada masyarakat. Sehingga akan berdampak pada berjalannya aktivitas ekonomi.
“Itu sebabnya target jangka pendek komite adalah menghindari resesi dengan prasyarat di awal harus timbul rasa aman dan sehat. Komite akan meningkatkan tes PCR dan melacak kasus dalam jumlah yang lebih masif,” ujar Sekretaris Eksekutif 1 Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Raden Pardede dalam diskusi secara virtual, Senin (3/8).
Hal ini perlu dilakukan usai pihaknya menyadari ancaman resesi ekonomi yang menghantui Indonesia. Pasalnya dirinya mengatakan sudah ada data yang mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II akan negatif di kisaran 4%-6%. Untuk itu, kuartal III akan mejadi tantangan bagi pemerintah. Sebab secara teknis apabila pada kuartal III/2020 ekonomi Indonesia minus maka negara ini resmi masuk ke jurang resesi.
Pihaknya mengakui telah membahas mengenai peningkatan belanja pemerintah secara signifikan. Hari ini pun akan disisir anggaran belanja pemerintah untuk meningkatkan tes PCR dan memastikan positivity rate covid-19 bisa di bawah 5%.
“Ini menjadi target kita di jangka pendek. Sekaligus menargetkan tidak resesi pada kuartal III. Oleh karena itu, belanja pemerintah akan disisir satu per satu. Terutama belanja untuk kesehatan Rp87,5 triliun untuk rasa aman dan sehat akan menjadi prioritas. Diikuti belanja sosial dan belanja padat karya,” paparnya.
Baca juga : Ada Ancaman Resesi, Pemerintah Harus Utamakan Rakyat Kecil
Dalam kesempatan yang sama Ahli Epidemiologi UI Pandu Riono, sangat mewanti-wanti pemerintah untuk segera mengendalikan penyebaran covid-19. Hal ini sangat mendesak dilakukan jika ingin ekonomi bisa pulih kembali. Karena menurutnya merosotnya ekonomi saat ini bagian dari penanggulangan covid-19 yang masih rendah.
“Ekonomi harus jalan tapi pandemi harus bisa diatasi dulu atau minimal dikendalikan. Kita harus buat kasusnya landai. Atasi pandemi baru bisa pulihkan ekonomi” sarannya kepada pemerintah.
Menurutnya pemerintah perlu untuk meningkatkan testing, tracing, dan treatment sebagai upaya paling dasar penanggulangan covid-19. Saat ini menurutnya untuk testing saja masih sangat rendah padahal seharusnya menjadi priorotas. Apabila kondisi seperti ini amsih terjadi hingga Desember, Indonesia diprediksinya baru akan turun kasus di 2022.
“Apakah ekonomi bisa pulih? Kalau begini justru bisa resesi dan depresiasi. Jadi harus kebut testing dan masyarakat penerapan 3 M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan). Ini semua negara juga melakukan itu,” tegasnya.
Ia pun menegaskan pemerintah harus bisa menggunakan stimulus ekonomi untuk mendorong agar penanganan pandemi ini bisa berjalan. Misalnya berupa stimulus yang bisa mendorong orang untuk melaksanakan 3M tersebut. Termasuk dengan ikut mendorong pengawasan di bagian kesehatan. (OL-2)
Hal itu karena asumsi nilai tukar dalam APBN berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS, sementara saat ini rupiah mendekati Rp17.000 per dolar AS.
Sebagaimana diketahui, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi.
Senator asal Bengkulu ini menyoroti angka inflasi tahunan per Februari 2026 yang menyentuh 4,76 persen sebagai sinyal waspada bagi ketahanan ekonomi.
Prabowo menyebut Danantara menunjukkan kinerja yang sangat kuat dalam satu tahun terakhir dengan capaian return on assets (ROA) lebih dari 300%.
Lili mengatakan publik berharap pertemuan para menteri tersebut tidak sekadar menjadi forum koordinasi.
Puan memperingatkan pemerintah agar ketegangan di Timur Tengah tidak menjadi alasan pembiaran atas lonjakan biaya transportasi.
Angka tersebut merupakan salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menandakan sektor manufaktur berada dalam fase ekspansi
CHIEF Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai risiko Indonesia mengalami resesi dalam waktu dekat amat kecil karena ditopang oleh kekuatan domestik.
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufiqurrahman menilai pemerintah gagal mengoptimalkan ruang fiskal di tengah perlambatan ekonomi dan meningkatkan risiko resesi.
Indonesia dihantui resesi karena pertumbuhan ekonomi yang mengkhawatirkan. Pada triwulan pertama 2025, pertumbuhan ekonomi nasional hanya 4,87%, terendah sejak triwulan ketiga 2021.
Pengamat meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah antisipatif untuk mencegah resesi, mengingat perkembangan secara triwulanan (q to q) juga tercatat minus 0,98%.
Resesi, Resesi ekonomi: Pelajari penyebab, dampak, dan cara menghadapinya. Panduan lengkap untuk memahami dinamika ekonomi yang penting.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved