Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk menawarkan obligasi sebesar Rp1,5 triliun guna mendukung ekspansi kredit perseroan.
“Obligasi ini sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) BTN 2020-2022, yang akan digunakan perseroan untuk memperkuat bank dalam mengembangkan bisnis pembiayaan perumahan,” kata Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury pada acara Investor Gathering Obligasi Berkelanjutan IV BTN di Jakarta, kemarin.
BTN telah membuka penawaran sejak 10 Juli lalu dan berakhir pada hari ini. Target dari obligasi berkelanjutan tahap IV itu, menurut Pahala, ialah para pemilik atau pengelola dana baik perbankan, manajer investasi, maupun dana pensiun.
Pahala optimistis bahwa pasar dapat menyerap obligasi yang ditawarkan BTN sesuai dengan target Rp1,5 triliun.
Direktur Finance, Planning, and Treasury BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan obligasi yang diterbitkan terdiri dari tiga seri.
Obligasi seri A dengan tenor 370 hari memiliki indikasi kupon sebesar 6,25%-7,15%, seri B dengan tenor tiga tahun memiliki indikasi kupon 7,40% hingga 8,40%, dan seri C dengan tenor lima tahun menawarkan indikasi kupon di rentang 7,90% hingga 8,90%.
Indikasi kupon tersebut, menurut Nixon, lebih menarik jika dibandingkan dengan surat utang negara (SUN) dengan tenor yang sama. Sebagai informasi, per 8 Juli 2020, berdasarkan data Bloomberg, SUN dengan tenor satu tahun memiliki yield 4,79%, sementara tenor tiga tahun sebesar 6,05%, dan SUN tenor lima tahun memiliki yield sebesar 6,45%.
BTN tercatat telah menerbitkan obligasi berkelanjutan I, II, dan III, yang selalu mendapat sambutan baik dari investor. Pada 2012 dan 2013, obligasi berkelanjutan I sukses meraih pendanaan sebesar Rp4 triliun. Obligasi berkelanjutan II yang terbit periode 2015 dan 2016 meraup dana Rp6 triliun. Sementara itu, obligasi berkelanjutan III yang berlangsung 2017 dan 2019 meraih total dana Rp9,14 triliun.
Sejak 1989, BTN telah sukses menerbitkan obligasi sebanyak 23 kali, termasuk junior global bond sebesar US$300 juta yang oversubscribed lebih dari 13 kali pada awal tahun ini.
Emiten dengan kode saham BBTN itu per Juni 2020 mencatat rasio kecukupan likuiditas atau liquidity coverage ratio (LCR) di atas 125% lebih baik jika dibandingkan dengan posisi Juni 2019 sebesar 105,5%. (RO/E-1)
Melalui ajang kompetisi tahunan BTN Housingpreneur 2025, peserta berpeluang masuk ke jaringan bisnis nyata
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Khusus untuk BTN, Purbaya memprediksi penyaluran kredit hanya tembus Rp10 triliun dari Rp25 triliun yang dialokasikan hingga akhir tahun.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Bank BTN Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan pembangunan rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 800 unit selama 2025.
Sepuluh developer ini mencatat kontribusi signifikan dengan total realisasi kredit mencapai Rp1,7 triliun, setara 50% dari total KPR Non Subsidi yang disalurkan BTN
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved