Sabtu 11 Juli 2020, 15:43 WIB

PUPR: Stok Infrastruktur Indonesia Jauh dari Standar Global

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
PUPR: Stok Infrastruktur Indonesia Jauh dari Standar Global

Antara/Fakhri Hermansyah
Pekerja menyelesaikan pembanguunan proyek Tol Becakayu Seksi II di Kalimalang, Bekasi.

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan stok infrastruktur Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih jauh dari standar global.

Berdasarkan data Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional pada 2019, stok infrakstruktur Indonesia terhadap PDB meningkat dari 35% pada 2015 menjadi 43% pada 2019.

"Namun, stok infrastruktur tersebut masih jauh dari target rata-rata dunia, yaitu sebesar 70%," ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Eko Heripoerwanto, dalam seminar virtual, Sabtu (11/7).

Baca juga: Hadang Dampak Covid-19,PUPR Percepat Program Padat Karya Tunai

Menyoroti data World Economics Forum 2019, lanjut Eko, daya saing infrastruktur Indonesia di kawasan Asia berada pada urutan 72 dari 140 negara. Penilaian itu mengacu indeks daya saing infrastruktur.

Bahkan di kawasan Asia Tenggara dan Tiongkok, daya saing infrastruktur Indonesia berada di rangking 5, setelah Singapura, Malaysia, Tiongkok dan Thailand.

"Untuk mengejar ketertinggalan, Indonesia mutlak membangun percepatan infrastruktur yang masif dan distribusi merata," pungkas Eko.

Salah satu strategi pembangunan infrastruktur PUPR periode 2020-2024, yakni mengembangkan pembiayaan alternatif melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Baca juga: Bank Dunia Naikkan Status RI, Jokowi: Patut Disyukuri

Kemudian, meningkatkan kompetensi SDM, menyederhanakan regulasi dan birokrasi, serta mempercepat pengadaan barang dan jasa. Tidak ketinggalan, meningkatkan pengunaan material dan peralatan buatan domestik untuk memberikan nilai tambah.

"Memperkuat dan membuka peluang kerja sama bagi kontraktor lokal. Terakhir, melanjutkan pembangunan infrastruktur (2015-2019) untuk mendukung pengembangan wilayah, seperti KPN, KEK dan kawasan industri,” tutupnya.(OL-11)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Sri Mulyani Tegaskan LPI Tidak Akan Berlumur Korupsi Seperti 1MDB

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 25 Januari 2021, 16:52 WIB
Sri Mulyani menambahkan, transparansi dan akuntabilitas LPI akan dijaga sebaik mungkin dan tujuannya dibentuknya badan tersebut diharapkan...
MI

OJK Segera Terbitkan Izin Bank Syariah Indonesia

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 25 Januari 2021, 16:20 WIB
OJK memastikan izin akan diproses sebelum peresmian bank hasil merger pada 1 Februari. Saat ini, OJK sudah menerima dokumen permohonan dari...
Antara

BEI Implementasikan IDX Industrial Classification

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 25 Januari 2021, 15:39 WIB
BEI mengimplementasikan klasifikasi industri baru pengganti Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA), yaitu IDX Industrial...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya