Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) menilai kondisi perekonomian global dan domestik mulai merangkak ke arah positif pada Juni 2020.
Terlihat dari Purchasing Manufacture Index (PMI) global yang bergerak naik, setelah sempat tersungkur pada Mei 2020. Pada Juni 2020, posisi PMI global berada di level 47,8, atau lebih baik dibandingkan Mei 2020 pada level 39,6-42,4.
"Indikasi manufaktur global menunjukkan indikasi yang membaik. Aktivitas ekonomi global juga mulai pulih. Dari Maret sampai Mei itu memang berada di titik terendah. Tapi kemudian sekarang untuk global ini makin membaik," papar Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Kemenkeu, Ubaidi Socheh Hamidi, dalam diskusi virtual, Jumat (3/7).
Baca juga: BI: Ekonomi Mulai Membaik Pada Semester II 2020
PMI Amerika Serikat (AS) terpantau mengarah ke level 55,0. Itu naik signifikan pada Juni 2020 setelah berada di titik terendah pada Maret 2020, yakni 40,0. Begitu juga dengan PMI Eropa dengan posisi Juni 2020 di level 46,9, atau naik 13,5 poin dari April 2020 yang merupakan titik terendahnya pada level 33,4.
Perbaikan PMI juga dialami Indonesia. Ubaidi menyebut pergerakan PMI pada Juni 2020 mulai mengarah positif. Meski, dalam pertumbuhan yang terkontraksi. Tercatat, titik terendah PMI Indonesia terjadi pada April 2020, yakni 25,0. Saat ini, posisinya berada pada level 35,0.
"Saya kira ini indikator yang cukup baik. Karena memang di beberapa negara indikator PMI juga sudah menunjukkan perbaikan positif. Jadi, meski di level kontraksi, di bawah, PMI manufaktur Indonesia sudah meninggalkan titik terendahnya," pungkas Ubaidi.(OL-11)
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Mengawali 2026, kinerja sektor manufaktur Indonesia menguat. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang tetap ekspansif dan meningkat ke 52,6 pada Januari 2026.
Tiongkok membidik target ekonomi 4,5-5% pada 2026. Fokus beralih ke kualitas pertumbuhan dan stabilitas domestik guna menghindari stagnasi jangka panjang ala Jepang.
Fokus kebijakan, sebaiknya diarahkan pada segmen industri perakitan, pengujian, dan pengemasan (assembly, testing, and packaging) serta manufaktur komponen pendukung.
PEMERINTAH menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia pada 2026 akan tumbuh solid seiring penguatan fundamental domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved