Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBUKAAN Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini, Selasa (23/6), terlihat dibuka menguat. Saham berada di zona hijau sebanyak 0,09% atau 4 poin menuju 4923 poin pada pukul 09.15 pagi ini.
Namun, pengamat menilai pergerakan IHSG masih rentan dan diperkirakan akan mengalami pelemahan.
Sebelumnya, di penutupan IHSG kemarin (22/6), transaksi saham mengalami pelemahan sebesar 0,47% ke level 4.918,83.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, kenaikan saham ini dengan frekuensi transaksi 95,38 dan volume transaksi Rp870 miliar. Adapun total saham yang diperdagangkan sebesar Rp5.712 triliun. Sementara itu, sebanyak 148 saham naik, 107 saham mengalami penurunan, dan 145 saham diam di tempat (stagnan).
Namun, berbanding terbalik dengan IHSG, kumpulan 45 saham unggulan (LQ45) justru bertengger di zona merah. Dengan pelemahan sebesar 0,17% atau menuju 759 poin.
Berdasarkan analisis dari M. Nafan Aji Gusta Utama menilai IHSG hari ini bergerak turun. Hal ini disebabkan adanya kekhawatiran investor akan terjadinya gelombang kedua (second wave) penyebaran virus covid-19.
"Ada potensi koreksi lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke support terdekat," ujarnya melalui keterangan resmi yang Media Indonesia terima, Selasa (23/6).
Baca juga: 2021, Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 4,5%-5%
Nafan menjelaskan area support tersebut berada pada level antara 4.865 hingga 4.778. Sementara itu, area resistance ada pada rentang level antara 4.975 hingga 5.097.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), Estika Tata Tiara Tbk (BEEF), Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), Matahari Department Store Tbk (LPPF), Bukit Asam Tbk (PTBA), dan Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS). (A-2)
Menurutnya, sektor-sektor yang paling terdampak aksi jual bersih (net sell) yaitu yang sensitif terhadap siklus ekonomi seperti perbankan, properti, dan konsumer.
Tekanan jual masih mendominasi pergerakan pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah signifikan pada perdagangan Rabu (21/1
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
Arus modal portofolio asing kembali mengalir ke pasar keuangan Indonesia seiring menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Menkeu Purbaya optimistis rupiah menguat meski sempat menyentuh Rp16.955. Simak kaitan IHSG ATH dan isu independensi BI dalam berita ini.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti ketidaksinkronan pergerakan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di tengah pelemahan rupiah.
Bursa kembali memperketat pengawasan pasar. Pada perdagangan Rabu (21/1), sebanyak enam saham emiten resmi masuk daftar papan pemantauan khusus
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
IHSG hari ini 20 Januari 2026 cetak rekor baru di 9.169 sebelum berfluktuasi. Cek saham top gainers ZATA, ELIT & analisis dampak Rupiah Rp17.000.
PT OCBC Sekuritas Indonesia bersama PT Inovasi Finansial Teknologi resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur.
IHSG kembali mencetak rekor All Time High di level 9.072 pada Kamis (15/1/2026). Simak data perdagangan, saham top gainers, dan sentimen pasar global.
VICE President Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi, memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang menguat hingga akhir Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved