Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyederhanakanstruktur organisasi PT Pertamina (Persero). Ia memangkas jumlah direksi, darisebelumnya 11 direktur menjadi 6 direktur.
Alasan Erick, pemerintah selaku pemegang 100% saham di perusahaan energi itu ingin Pertamina kembali fokus ke bisnis intinya. "Kita ingin memastikan BUMN fokus pada core business-nya sehingga perlu adanya efi siensi dan konsistensi program. Pemangkasan ini juga membawa kinerja Pertamina jadi lebih baik," papar Erick dalam konferensi pers secara daring seusai mengikuti rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Pertamina, kemarin.
Langkah pemangkasan itu merupakan bagian dari realisasi Erick yang ingin makin menyehatkan Pertamina. Pasalnya, BUMN tersebut saat ini memiliki 25 anak, bahkan hingga cucu, perusahaan, demikian Erick mengistilahkan. "Jadi, nanti di holding itu ada subholding yang digabung. Jadi, unit yang banyak di Pertamina itu jadi satu kesatuan bisnis. Misalnya, subholding di hulu itu banyak, nanti digabung," ujarnya.
Direksi PT Pertamina kini diawaki Nicke Widyawati yang kembali menjabat Direktur Utama, M Haryo Yunianto (direktur penunjang bisnis), Emma Sri Martini (direktur keuangan), Koeshartanto (direktur sumber daya manusia), Mulyono (direktur logistik), dan Iman Rachman (direktur strategi).
Perihal terpilihnya kembali Nicke sebagai direktur utama, Erick mengatakan hal itu berdasarkan hasil penilaian key performance index (KPI) Nicke yang cukup baik. "Kalau KPI-nya baik, saya pertahankan. Bukan karena dia diangkat menteri sebelumnya, lalu diganti, ya, enggak juga. Kalau KPInya enggak bagus, pasti diganti," tegasnya.
Kinerja positif
Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR HM Ridwan Hisjam menilai PT Pertamina (Persero) di bawah kepemimpinan Nicke Widyawati sangat solid dan tangguh serta memiliki kinerja positif hampir di semua sisi, dari hulu hingga hilir.
"Ini karena top manajemennya, saya melihat Pertamina sangat solid, tangguh, profesional, dan punya pendirian. Itu yang membuat kinerja BUMN ini positif," kata Ridwan.
Ia mencontohkan, ketika Pertamina menghadapi situasi sulit saat pandemi covid-19 membuat harga minyak dunia sangat berfl uktuasi serta kebingungan masyarakat, Pertamina tetap berjalan sesuai alur dan peta jalan yang dimiliki.
Terkait dengan harga BBM, lanjut Ridwan, meski sempat anjlok, sekarang sudah naik dengan cepat dan berada di level sekitar US$40 per barel. "Bayangkan, seandainya harga BBM diturunkan dan kemudian dinaikkan lagi, tentu berdampak sangat buruk. Tetapi dengan tetap bertahan, justru tidak ada masalah dan tidak berdampak kepada masyarakat," katanya.
Kinerja baik tersebut, menurut Ridwan, merata dari hulu sampai hilir, termasuk dengan tetap mengoperasionalkan hulu dan kilang, ketika harga minyak turun drastis saat pandemi covid-19. (Ant/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved