Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH stimulus diberikan pemerintah kepada dunia usaha untuk membuat roda bisnis tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19. Stimulus diberikan hingga ke sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mempertahankan perekonomian Indonesia.
Salah satu kebijakan yang dikeluarkan dalam stimulus itu ialah penundaan angsuran dan subsidi bunga pada Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan berbagai kredit program pemerintah lain.
Kepala Bidang Perbankan Kementerian Koordinator Perekonomian Eni Widiyanti mengatakan, kebijakan soal KUR pada masa pandemi diberikan sesuai dengan kebijakan Presiden Joko Widodo yang menetapkan Covid-19 sebagai bencana nasional.
Tujuan kebijakan ini di antaranya memberikan kemudahan untuk angsuran pokok dan bunga, mendorong agar usahanya tetap berjalan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Penerima subsidi KUR adalah mereka yang memang sudah mengajukan KUR sebelum pandemi, serta mereka yang akan membutuhkannya atau calon nasabah," tutur Eni.
Stimulus diberikan bagi UMKM yang sudah mendapatkan kredit yang dalam kondisi saat ini mereka tak bisa mengangsur, baik pokok maupun bunga. Menurut Eni, debitur KUR mendapatkan subsidi bunga dari pemerintah. Di samping subsidi berupa bunga rendah yaitu 6%, saat ini juga dilakukan pula pemberian tambahan subsidi bunga.
Alumnus Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan UGM itu menegaskan, untuk beban bunga kredit KUR di berbagai lembaga keuangan sudah hampir bebas. Debitur KUR tidak mencicil apapun. Sebab di 3 bulan pertama diberikan subsidi bunga sebesar 6 persen. Kemudian di 3 bulan berikutnya, diberikan subsidi 3 persen.
Baca juga : Tidak Biasa, Inflasi Mei Saat Ramadan Hanya 0,07%
"Selain KUR, penyaluran subsidi juga ditujukan ke koperasi, pegadaian, LPM, dan lembaga keuangan lain yang memberikan kredit kepada UMKM," jelasnya.
Hal ini dilakukan supaya UMKM bisa tetap survive dengan bisnisnya. Realisasi penyaluran KUR sejak 2015-2020 sudah mencapai Rp534 Triliun. Debitur yang tercatat jumlahnya ada 20,3 juta debitur.
Menurut Eni, di masa pandemi ini KUR sangat baik untuk difokuskan ke sektor produksi. Mengingat prioritas kebutuhan masyarakat saat ini adalah bahan pokok makanan. Poduksi pertanian dan industri pengolahan saat ini perannya sangat dibutuhkan.
"Jadi kebijakan KUR saat ini, minimal diberikan ke sektor nonperdagangan. Tahun ini sejak Januari 2020, perbankan sudah menggelontorkan KUR Rp61 Triliun," jelas lulusan National Graduate for Policy Studies (GRIPS), Jepang itu.
KUR cukup memberikan keuntungan bagi para debitur di masa pandemi, karena suku bunganya sangat rendah. Ada pun kemudahan bagi calon penerima KUR adalah pemberian relaksasi terkait pemenuhan persyaratan pengajuan KUR. Di masa normal, calon penerima KUR harus mengikuti serangkaian prosedur sebelum akhirnya bisa mengajukan KUR. Namun, di masa pandemi pengusaha akan diberi kelonggaran waktu.
Di sisi lan, Eni mengungkapkan saat ini banyak pelatihan yang digelar bagi lembaga keuanga dan UMKM. Contohnya program Start and Improve Your Business (SIYB) yang digelar Organisasi Buruh Internasional (ILO).
"Ini pelatihan yang bagus karena langsung ke pokok persoalan. Mereka mengajarkan bagaimana UMKM dan lembaga keuangan menghadapi pandemi. Mulai dari membentuk mental, skil, inovasi dan kreasi baru, cara menghadapi karyawan, mempelajari manajamen rantai pasok, layanan pengiriman, komunikasi bisnis, dan bantuan bisnis saat krisis," tuturnya.(RO/OL-7)
Total pembiayaan akan mencapai Rp10 triliun, dengan masing-masing penerima akan memperoleh kredit maksimal Rp500 juta.
Terkait dampak kebijakan tersebut terhadap kinerja keuangan perseroan, Hery menilai pengaruhnya tidak signifikan mengingat skala bisnis BRI yang besar.
Jumlah debitur KUR di tiga wilayah tersebut mencapai 1.018.282 dengan nilai pembiayaan sebesar Rp43,95 triliun.
PEMERINTAH menyiapkan kebijakan khusus Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Pemerintah tengah menyiapkan skema hapus buku utang kredit usaha rakyat (KUR) bagi masyarakat di wilayah bencana.
Don Muzakir, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan penghapusan utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani Aceh yang terdampak banjir dan longsor.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengungkapkan fasilitas pinjaman perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan masih cukup tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved