Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan populasi sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu nasional yang baru mencapai 22%. Saat ini pemerintah harus melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan susu nasional yang terus meningkat.
“Pertumbuhan populasi sapi perah dan pertumbuhan produksinya belum mampu mengimbangi pertumbuhan konsumsi sehingga ketersediaan sebagian besar produk susu dan turunannya adalah melalui importasi yang semakin lama semakin meningkat,” terang Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita, dalam keterangan resmi, kemarin, menyambut momentum Hari Susu Nusantara yang jatuh pada 1 Juni.
Ketut mengatakan populasi sapi perah nasional pada 2019 sebanyak 561.061 ekor dengan produksi susu sebanyak 996.442 ton.
Dengan jumlah kebutuhan susu nasional pada 2019 mencapai 4.332,88 ribu ton, produksi susu segar dalam negeri (SSDN) hanya mampu memenuhi 22% dari kebutuhan nasional sehingga 78% berasal dari impor.
Selain itu, produksi susu saat ini masih didominasi susu sapi, padahal kita memiliki potensi ternak lain seperti kambing perah seperti kambing peranakan etawa, kambing saanen, dan kerbau perah yang pemanfaatannya belum optimal.
“Berbagai permasalahan dan tantangan dalam pengembangan industri susu nasional harus didorong bersama melalui peran aktif dari semua pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga akademisi, swasta, industri, dan tentu saja para peternak itu sendiri,” sambungnya.
Kementan sebagai instansi teknis yang menangani peternakan, terus berupaya keras dalam mengembangkan persusuan nasional untuk mencapai target pemenuhan kebutuhan susu nasional pada 2025 sebanyak 60% sesuai dengan Cetak Biru Persusuan 2013-2025 yang dikeluarkan Kemenko Perekonomian.
Salah satu cara yang dilakukan saat ini adalah program Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri), pemasukan bibit sapi perah untuk replacement induk dan dikembangkan di Balai Ternak Unggul Baturaden. (Iam/E-3)
Sudaryono menegaskan harga sapi di kandang peternak saat ini terpantau masih berada di bawah batas acuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Kontes Ternak dan Bursa Sapi Potong di Rumah Potong Hewan (RPH) Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sapi yang dirawat dengan baik akan tumbuh menjadi besar hingga beratnya bisa mencapai 500 kilogram. Ukuran itu dapat memproduksi banyak daging.
Emilia Achmadi, seorang ahli Gizi Olahraga yang merupakan lulusan Universitas Oklahoma, mengungkapkan bahwa kualitas daging sapi lokal dan impor dapat berbeda.
pengorbanan juga bisa dilakukan di lingkup yang paling kecil mulai dari level keluarga bahkan hingga rela berkorban demi bangsa dan negara.
Stok hewan kurban di Sulsel sangat mencukupi tahun ini, dengan ketersediaan sapi, kerbau, dan kambing jauh melebihi kebutuhan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved