Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis bahwa neraca perdagangan Indonesia pada bulan Maret 2020 mengalami surplus sebesar US$743 juta. Jika dilihat dari Triwulan-I 2020, neraca perdagangan juga surplus sebesar US$ 2,62 miliar. Namun kenaikan impor perlu diwaspadai.
Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan bahwa posisi ini jauh lebih bagus dibandingkan Triwulan-I 2019. Ketika itu, neraca perdagangan Indonesia defisit sebesar US$62,8 juta.
"Posisi ini tentunya sangat menggembirakan, tapi kita perlu mewaspadai komposisi impor di Indonesia," ungkapnya melalui video conference, Rabu (15/4).
Menurut Suhariyanto, nilai impor Indonesia pada Maret 2020 memang naik 15,60% dibandingkan Februari 2020 atau telah mencapai US$13,35 miliar. Sementara itu, apabila dibandingkan dengan Maret 2019, nilai impor naik tipis sebesar 0,75%.
Hal ini terlihat dari impor nonmigas pada Maret 2020 yang mencapai US$11,74 miliar atau naik 19,83% dibanding Februari 2020. Namun jika dibandingkan Maret 2019 turun 1,56%.
"Sedangkan impor migas Maret 2020 mencapai US$1,61 miliar, turun 8,07% dibanding Februari 2020. Sebaliknya meningkat 5,64% jika dibandingkan Maret 2019," lanjut Suhariyanto.
Bila dilihat dari golongan barang non migas HS 2 digit, peningkatan impor terbesar pada Maret 2020 dibanding Februari 2020 terjadi pada golongan mesin dan perlengkapan elektrik sebesar US$422,8 juta (35,60%), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada golongan mesin dan peralatan mekanis sebesar US$97,5 juta (5,09%).
Selain itu, tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Triwulan-I 2020 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$8,91 miliar (26,34%), Jepang dengan nilai US$3,60 miliar (10,63%), dan Thailand dengan nilai US$2,26 miliar (6,67%).
"Impor nonmigas dari ASEAN sebesar US$7,16 miliar (21,18%), sementara dari Uni Eropa sebesar US$2,61 miliar (7,72%)," ujarnya. (E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved