Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Pemerintah Sebaiknya Jadikan Hotel Swasta untuk Tempat Karantina

Putri Anisa Yuliani
03/4/2020 14:16
Pemerintah Sebaiknya Jadikan Hotel Swasta untuk Tempat Karantina
Wabah korona baru (covid-19) membuat bisnis hotel dan restauran di Jawa Tengah tiarap.(MI/Akhmad Safuan)

DAMPAK covid-19 terhadap sektor pariwisata di Indonesia begitu ganas. Penurunan okupansi yang sangat drastis dan berlangsung sangat cepat menyebabkan ratusan hotel di seluruh Indonesia menutup sementara kegiatan operasionalnya.

Bahkan, saat ini tingkat okupansi hotel di Indonesia sudah di bawah 9%. Karena tipisnya jumlah pengunjung, akhirnya ratusan hotel terpaksa menutup operasionalnya untuk sementara.

Baca juga:Erick Thohir: Jangan Ada PHK di Perusahaan BUMN

Melihat kondisi tersebut, Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Anggawira mengatakan jaringan hotel yang tutup bisa dimanfaatkan untuk tempat orang-orang yang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19.

Pihaknya memberikan solusi kepada pemerintah untuk memfungsikan ratusan hotel yang tutup sebagai isolasi mandiri covid-19 mengingat banyak rumah sakit rujukan covid-19 sudah tidak bisa menampung lagi.

"Jaringan hotel ini daripada tutup tidak ada costumer, pemerintah bisa memanfaatkan dan supply chain makanannya bisa juga didapat dari para pedagang makanan yang omzetnya menurun drastis. Jadi, ekosistem bisnisnya hidup, dana penanganan covid-19 bisa digelontorkan dengan mekanisme ini jadi bisnis tetap berjalan," ujar Anggawira dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/4).

Anggawira melanjutkan, pemerintah pusat menggelontorkan subsidi kepada pemerintah daerah (pemda) untuk menangkal dampak covid-19 berupa hibah senilai Rp3,3 triliun diberikan agar pemda bisa menyewa hotel-hotel tersebut.

Baca juga:Kementan Gandeng Gojek Lancarkan Distribusi Pangan 

Menurutnya, subsidi yang digelontorkan pemerintah tersebut intervensinya itu bisa masuk ke ratusan hotel yang tutup.

"Jadi, kita berikan solusi agar pemerintah ini bisa memanfaatkan jaringan hotel untuk melakukan karantina terhadap orang-orang yang suspect covid-19 karena kapasitas rumah sakit kan terbatas," ucapnya.

Banyak hotel yang berpikir lebih baik ditutup sementara. Tentunya para pengusaha hotel punya banyak pertimbangan mana yang lebih baik, apakah menutup atau tetap buka. Karena pihak hotel juga punya subsidi operasional di dalam itu. Dengan dimanfaatkannya sebagai tempat karantina, observasi, dan isolasi ODP maupun PDP covid-19.

Anggawirs menambahkan, sehingga tidak membebani para pengusaha dari dampak covid-19 khususnya di bidang perhotelan.

Baca juga:OYO Sediakan Kamar Hotel Untuk Tenaga Medis

"Dengan menggunakan hotel yang tutup, karantina ini kan bisa lebih terpantau daripada di rumah yang mungkin fasilitasnya juga kurang," pungkasnya. (Put/A-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya