Selasa 24 Maret 2020, 12:26 WIB

PLN: Jangan Percaya Alat Penghemat Listrik!

Antara | Ekonomi
PLN: Jangan Percaya Alat Penghemat Listrik!

ANTARA/HO-Humas PLN Sulselrabar
Ilustrasi--Petugas PLN saat melakukan pengecekan pada pengukur listrik warga

 

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)  mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya dengan promosi alat yang dapat menghemat tagihan rekening listrik.

"Kami tegaskan bahwa PLN tidak pernah mengeluarkan produk berupa alat penghemat listrik," ujar Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah melalui keterangan resmi, Selasa (24/3).

Hal ini menyusul banyaknya beredar promosi alat penghemat listrik dalam berbagai bentuk yang menyasar masyarakat. Untuk itu, PLN meminta masyarakat lebih waspada dan tidak memasang alat penghemat listrik yang ditawarkan pihak manapun, termasuk yang mengaku petugas resmi dari PLN.

"Klaim ini tidak bisa dipertanggungjawabkan. Penghematan listrik seharusnya tidak dari alat tetapi dari perilaku konsumen sendiri," kata Dwi Suryo.

Baca juga: Pelanggan PLN Diminta Laporkan Pemakaian Listrik Secara Daring

Alat penghemat listrik yang ditawarkan umumnya berupa peralatan kompensator daya yang diklaim mampu menghemat listrik atau mampu memperkecil pembacaan nilai daya aktif yang terukur pada kWh meter.

Selanjutnya dilakukan kajian di berbagai laboratorium teknik melalui pengukuran langsung nilai daya dan energi, sudut fasa, harmonisa, juga pengamatan bentuk gelombang arus dan tegangan dengan menggunakan peralatan Power Quality and Energi Analyzer serta Osiloskop.

Pengukuran dilakukan pada dua kondisi yaitu ketika alat kompensator daya digunakan maupun tanpa alat kompensator daya.

Hasil kajian dari berbagai merek dagang itu ditemukan bahwa penggunaan alat kompensator daya tidak memberikan dampak terhadap konsumsi daya aktif oleh beban.

Karena itu  dipastikan alat kompensator daya tersebut tidak dapat membantu mengurangi konsumsi energi pada pelanggan dan tidak mempengaruhi pengukuran energi pada kWh meter.

Dwi Suryo menyebutkan semua alat penghemat listrik yang diteliti di laboratorium dan beredar di pasaran merupakan komponen pasif yang terdiri dari kapasitor dengan rangkaian pendukungnya.

"Saat dipasang pada beban rumah tangga, alat ini malah bisa memperburuk faktor daya dan justru akan memperbesar energi terukur. Jadi alat penghemat listrik hampir pasti tidak bisa mengurangi tagihan listrik,” ujar Dwi.

Berdasarkan hasil kajian tersebut, PLN mengimbau seluruh pelanggan untuk tidak memasang alat penghemat listrik yang ditawarkan karena tidak terbukti dapat mengurangi tagihan listrik bahkan akan meningkatkan pengukuran energi listrik.

Peningkatan tagihan, kata Dwi, biasanya sejalan dengan penambahan penggunaan listrik. Mengingat tarif listrik khususnya untuk rumah tangga sejak 2017 tidak pernah ada kenaikan yaitu sebesar Rp 1.467/kwh.

"Terkadang kita tidak merasa kalau peralatan elektronik kita bertambah, misalnya dulu tidak menggunakan AC, sekarang menggunakan AC ataupun alat elektronik lain. Ini tentu akan meningkatkan penggunaan listrik," jelasnya. (OL-1)

Baca Juga

Antara/M Agung Rajasa

Indonesia Berpotensi Miliki Puluhan Unicorn

👤Arnoldus Dhae 🕔Minggu 19 September 2021, 23:50 WIB
SAAT ini, Indonesia telah memiliki 5 unicorn atau perusahaan rintisan (startup) yang bernilai di atas US$1...
Antara/Aditya Pradana Putra

Gaikindo Sambut Baik Perpanjangan Diskon PPnBM Sampai Akhir Tahun 2021

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 19 September 2021, 23:00 WIB
Menurut Jongkie, penjualan otomotif nasional terus mengalami peningkatan secara bertahap di tengah dukungan pemerintah terhadap industri...
Ist

Balai Penyuluhan Pertanian Tonggak Pembangunan Sektor Pertanian

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 19 September 2021, 22:39 WIB
Kementan memaksimalkan peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang ada di level...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bendungan Rakyat

\PEMERINTAH berkomitmen meningkatkan produktivitas hasil pertanian di Tanah Air.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya