Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo meminta para menteri terkait menggenjot Indeks Kemudahan Berbisnis atau Ease of Doing Business (EODB) Index. Jokowi meminta agar EODB berada di posisi 40 besar.
"Kembali kita berbicara mengenai akselerasi peningkatan peringkat, kita tahu posisi kita di peringkat 73. Tapi saya minta agar kita berada pada posisi 40," kata Jokowi saat membuka rapat di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (12/2).
Untuk menggenjot EODB perlu dilakukan perbaikan sejumlah indikator. Saat ini, indikator tersebut masih berada di posisi 100 besar.
"Ada empat komponen yang berada pada peringkat di atas 100, yaitu starting a business, ini peringkatnya masih di 140, dealing with construction permit masih di posisi 110," kata dia.
Baca juga: Investor Buru Properti di Bali
Kemudian indikator registering property justru turun menjadi posisi 106. Jokowi ingin indikator ini dievaluasi ulang.
"Tolong dilihat lagi. Kemudian indikator trading across border ini juga stagnan di peringkat 116. Tolong dilihat yang berhubungan dengan ini," ungkap dia.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menyoroti peringkat pemberian kredit yang turun dari posisi 44 menjadi 48. Indikator resolving insolvency pun turun dari peringkat 36 ke 38.
"Sudah 36 kok naik lagi ini berkaitan dengan kebangkrutan. Saya minta Menko Perekonomian dan Badan Koordinasi Penanaman Moda membuat dashboard monitoring dan evaluasi secara berkalas sehingga bisa dipastikan perbaikan di komponen yang masih bermasalah," tegas Jokowi. (OL-1)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved