Selasa 28 Januari 2020, 23:40 WIB

Rokok Elektrik Perlu Kajian Mendalam

MI | Ekonomi
Rokok Elektrik Perlu Kajian Mendalam

AFP
Rokok elektrik (vape)

 

KEPUTUSAN tentang produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan masih memerlukan kajian mendalam dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Hal itu diungkapkan Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rumadi Ahmad, menanggapi fatwa haram terhadap rokok elektrik yang dikeluarkan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

“Kami menghormati keputusan yang sudah dikeluarkan oleh PP Muhammadiyah. Hanya saja, kami menilai perlu adanya kajian termasuk kajian ilmiah terlebih dahulu sehingga tidak tergesa-gesa dalam menyimpulkan mengenai rokok elektrik (vape),” kata Rumadi kepada wartawan, Senin (27/01).

Dia mengatakan Lakpesdam PBNU sendiri telah melakukan kajian “Fikih Tembakau: Kebijakan Produk Tembakau Alternatif di Indonesia” pada 2018 lalu.

Rumadi menjelaskan kehadiran produk tembakau alternatif merupakan inovasi teknologi. Sejumlah negara maju, seperti Inggris, Jepang, dan Selandia Baru, telah mengaplikasikannya guna mengurangi jumlah perokok di negara mereka.

“Apa yang sudah dilakukan Inggris, Selandia Baru dan beberapa negara lain semestinya dapat menjadi contoh bagi Indonesia yang jumlah perokoknya mencapai lebih dari 60 juta jiwa. Negara-negara tersebut melakukan kajian, terutama kajian ilmiah guna mengurangi angka perokok,” ujar Rumadi.

Selain itu, Rumadi meneruskan, Inggris dan Selandia Baru memperkuat penggunaan produk tembakau alternatif dengan regulasi. Oleh karena itu, Indonesia juga membutuhkan regulasi khusus.
Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, menambahkan pihaknya tidak ingin buru-buru untuk mengeluarkan fatwa terhadap rokok elektrik. (E-3)

 

Baca Juga

MI/Reza Sunarya

Inflasi Beras Mulai Melemah

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 01 Desember 2022, 16:54 WIB
Badan Pusat Statistik melaporkan adanya pelemahan inflasi pada komoditas beras. Inflasi beras pada November 2022 tercatat 0,37%, lebih...
Dok.BCA

BCA Luncurkan Reksa Dana Manulife Obligasi Unggulan Kelas A

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 16:45 WIB
PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) bersama PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menawarkan reksa dana pendapatan tetap Manulife...
Antara/Yulius Satria Wijaya.

Sejarah Harbolnas serta Tips untuk Penjual dan Pembeli

👤Meilani Teniwut 🕔Kamis 01 Desember 2022, 16:32 WIB
Hari diskon besar-besaran ini sering disebut dengan Hari Belanja Online Nasional...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya