Headline
. AS kembali memundurkan waktu pemberlakuan tarif resiprokal menjadi 1 Agustus.
. AS kembali memundurkan waktu pemberlakuan tarif resiprokal menjadi 1 Agustus.
Penurunan permukaan tanah di Jakarta terus menjadi ancaman serius.
SRIWIJAYA Air Group terus melakukan pembenahan pascapemutusan hubungan kerja sama dengan Garuda Indonesia pada November 2019. Pembenahan difokuskan pada penambahan jumlah armada untuk meningkatkan kapasitas dan pemulihan rute.
Direktur Utama Sriwijaya Air Group, Jefferson I. Jauwena, mengakui bahwa efek dari pemutusan kerja sama dengan Garuda Indonesia telah menimbulkan disrupsi terhadap operasional Sriwijaya. “Ini kami sedang memperbaiki dan mengembalikan citra kami supaya bisa menjadi lebih baik lagi,” kata Jefferson pada pengenalan direksi baru, di Jakarta, Senin (20/1).
Dia mengatakan untuk 2020 pihaknya fokus pada pengembalian jumlah armada dan supaya pesawat yang berada dalam perawatan bisa kembali terbang. Dia mengatakan total pesawat yang dimiliki sebanyak 40 unit terdiri atas 24 unit dari Sriwijaya Air dan 16 unit dari NAM Air. Namun, yang dioperasikan masing-masing hanya 14 unit dan 11 unit.
Dia mengatakan kerja keras tim Sriwijaya Air Group berhasil mengoperasikan jumlah pesawat Sriwijaya Air dari 9 menjadi 14 pesawat dan NAM Air menjadi 11 pesawat.
“Kami akan menambah tiga pesawat lagi. Kami targetkan akhir Januari bisa tambah tiga lagi. Kami berusaha mengembalikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Sriwijaya Air Group ini. Alat produksi kami tingkatkan kembali ke level normal,” papar Jefferson.
Dia menambahkan selain mengembalikan jumlah pesawat ke level normal pihaknya juga akan mencoba melakukan beberapa strategi sehingga tidak hanya bersaing dari sisi harga saja melainkan juga dari sisi pelayanan.
“Kami akan coba terus mengoptimalkan alat produksi yang ada dan dengan beberapa produk supaya kustomer aware bahwa Sriwijaya Air sudah berubah, berbeda dari tiga atau empat bulan sebelumnya,” jelasnya.
Untuk ke depannya, Jefferson mengatakan pihaknya masih mempelajari rute-rute komersial untuk membuka penerbangan baru atau meningkatkan frekuensinya. “Ini juga sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan,” ujarnya. (Hde/E-1)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved