Jumat 13 Desember 2019, 04:40 WIB

Ukuran Keberhasilan BUM-Des Harus Komprehensif

(E-1) | Ekonomi
Ukuran Keberhasilan BUM-Des Harus Komprehensif

(Foto: Antara/Mohamad Hamzah)
ilustrasi BUM-des

 

REVITALISASI badan usaha milik desa (BUM-Des) jangan sampai membuat BUM-Des lepas dari filosofi awalnya sebagai percampuran antara social enterprise, entitas bisnis, dan kehadiran negara di desa.

Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LPEM FEB) UI, Mohamad Dian Revindo, mengatakan indikator keberhasilan BUM-Des harus diperjelas.

"Keberhasilan dan keberlanjutan BUM-Des tidak dapat semata-mata diukur dari kinerja keuangan, tetapi misalnya dari dampak sosial dan kemampuan menyelesaikan masalah desa," jelas Revindo di Jakarta, kemarin.

Dampak sosial, misalnya, penciptaan lapangan kerja bagi warga desa, kontribusi terhadap pendapatan desa, atau pembelian hasil produksi desa.

BUM-Des sebagai wujud kehadiran negara di desa, misalnya, ialah BUMDes memiliki usaha pengolahan sampah atau air bersih, atau menyisihkan sebagian keuntungan untuk jaminan sosial pendidikan dan kesehatan warga desa.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mendorong perlunya revitalisasi BUM-Des agar menjagi penggerak ekonomi di desa. Presiden mendapat laporan bahwa ada 2.188 BUM-Des tidak beroperasi dan 1.670 tidak memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan desa.

Dalam upaya menerjemahkan permintaan Presiden Jokowi, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan kementeriannya akan meninjau ulang BUM-Des dengan membentuk holding dan super-holding BUM-Des.

"BUM-Des tidak produktif dilakukan korporasi sehingga membentuk suatu holding atau super-holding yang melibatkan BUMN," kata Abdul Halim di Kompleks Istana Presiden, Rabu (11/12). Saat ini holding BUM-Des baru ada di Temanggung, Bali, dan Bangka Belitung. (E-1)

Baca Juga

Medcom/Wikimedia

Kerjasama Pertamina dengan Lembaga Penegak Hukum Dinilai Strategis

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Januari 2021, 09:13 WIB
Menurut pengamat migas dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta Fahmy, kerja sama yang dilakukan Pertamina dengan lembaga penegak hukum...
Antara/Makna Zaezar

Bila Pasokan Batu Baru Seret, Opsi BBM bakal Dipilih Terakhir

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 28 Januari 2021, 08:15 WIB
ESDM menjamin sumber energi primer untuk ketenagalistrikan tetap terjamin di tengah kondisi cuaca...
MI/M Irfan

Jangan Sampai Kasus Covid-19 Meledak saat Lebaran

👤Ihfa Firdausya 🕔Kamis 28 Januari 2021, 07:15 WIB
Menkes pun meminta masyarakat memahami situasi pandemi jika kasus aktif covid-19 belum kunjung mereda pada Idul Fitri tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya