Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) fokus mengembangkan tujuh komoditas strategis sektor perkebunan yang nantinya diharapkan mampu mendongkrak kinerja ekspor Indonesia.
Direktur Jenderal Perkebun-an Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono mengatakan pada subsektor perkebunan terdapat 137 komoditas, yang tujuh di antaranya akan menjadi fokus pengembangan pemerintah karena memiliki potensi besar.
"Kami pernah fokus pada sepuluh komoditas, tapi akhirnya kami peruncing kembali dan mengambil tujuh komoditas strategis dan berpotensi untuk ekspor," kata Kasdi dalam peringatan Hari Perkebunan Ke-62 di Kabupaten Malang, Jawa Timur, kemarin.
Ketujuh komoditas strategis perkebunan itu ialah kopi, kakao, kelapa, jambu mete, lada, pala, dan vanili. Menurut Kasdi, tujuh komoditas tersebut telah melewati proses evaluasi dan memiliki potensi yang cukup besar untuk di-tingkatkan produksinya.
Nantinya, jika produksi mampu meningkat dengan cukup baik, juga terbuka peluang untuk menembus pasar ekspor.
"Itu telah kita evaluasi sebagai salah satu potensi besar untuk kita kembangkan. Komoditas lain akan tetap kita tangani, tetapi belum menjadi prioritas," kata Kasdi.
Sebagai langkah untuk pengembangan tujuh komoditas strategis itu, Kementan telah meluncurkan Gerakan Peningkatan Produksi, Nilai Tambah, dan Daya Saing (Grasida). Diharapkan, seluruh pemangku kepentingan bisa mendukung program tersebut.
Dalam mendorong ekspor tujuh komoditas strategis perkebunan tersebut tidak bisa hanya bergantung pada APBN ataupun APBD. Dengan demikian, perlu adanya kerja sama dengan sektor perbankan untuk penyaluran kredit usaha rakyat (KUR).
Pada KUR 2020, Kementerian Pertanian mendapatkan alokasi Rp50 triliun. Dari total alokasi tersebut, sebanyak Rp20,37 triliun diperuntukkan subsektor perkebunan. (Ant/E-1)
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Kementrans merencanakan untuk membuat program hilirisasi melalui industri yang melibatkan masyarakat transmigrasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved