Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PROYEK pembangunan kilang minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, sudah memasuki tahap konstruksi sejak September.
Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia (MP2) Ignatius Tallulembang mengatakan hingga November proyek ini sudah menyerap 1.645 tenaga kerja lokal atau 45,29% dari jumlah keseluruhan yang tersebar di 14 subkontraktor pelaksana proyek.
“Seluruh jumlah pekerja saat ini adalah 3.632 orang menyesuaikan kondisi pekerjaan saat ini. Hingga November 2019, jumlah pekerja lokal Balikpapan sebanyak 1.645 orang. Sedangkan pekerja dari luar Balikpapan khususnya Kaltim sebanyak 386 orang dan sebanyak 1.601 pekerja dari luar Kalimantan,” jelas Ignatius melalui keterangan rilis yang diterima Media Indonesia, Minggu (8/12).
Dari jumlah tersebut, lanjut Ignatius, jumlah pekerja lokal Balikpapan mengalami peningkatan dari sebelumnya pada Oktober 2019 sebanyak 1.551 pekerja.
Baca juga: Bangun Kilang Minyak Jadi Prioritas
RDMP RU V Balikpapan dan Lawe-lawe, ujar Ignatius, merupakan proyek strategis nasional yang memiliki multiplier effect. Salah satunya meningkatkan perekonomian lokal. Berjalannya proyek ini mendorong terciptanya lapangan kerja untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dengan jumlah pekerja lokal tersebut, proyek RDMP RU V proaktif mendukung masyarakat Balikpapan untuk dapat berkontribusi terhadap cita-cita kemandirian energi Indonesia melalui proyek pengembangan kilang Balikpapan hingga beroperasi penuh, sehingga dapat mengurangi impor BBM,” tuturnya.
Ignatius menambahkan, proyek ini telah memulai kegiatan Engineering, Procurement dan Construction (EPC) pada Februari 2019. Diharapkan, nantinya kilang ini akan meningkatkan produksi dari 260 ribu barrel per hari menjadi 360 ribu barrel per hari. Hingga kini, proyek tersebut sudah menyerap 1.645 pekerja lokal Balikpapan untuk membangun kilang tersebut.(OL-5)
Fakta persidangan telah membuktikan nilai Rp 2,9 triliun bukanlah kerugian negara. Nilai itu adalah pembayaran Pertamina atas penyewaan tangki BBM milik PT OTM.
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadahlia mengatakan akan menyetop impor solar untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta di 2026.
Airlangga Hartarto optimistis Indonesia dapat mewujudkan swasembada solar dan mengurangi ketergantungan impor solar setelah RDMP Balikpapan diresmikan
MENTERI ESDM Bahlil Lahadalia optimistis dengan adanya kilang minyak atau Refinery Development Master Plan (RDM) Balikpapan sehingga Indonesia tak lagi impor bbm solar
Modernisasi Kilang Minyak Balikpapan merupakan proyek strategis yang mencakup revitalisasi kilang eksisting serta pembangunan unit proses dan infrastruktur pendukung.
PRESIDEN Prabowo Subianto bakal meresmikan modernisasi kilang minyak milik Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved