Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK BTN kemungkinan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB pada akhir November 2019 antara Rabu (27/11) atau Kamis (28/11) untuk menetapkan mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah sebagai Komisaris Utama (Komut).
"Kalau tidak Rabu (27/11) ya Kamis (28/11)," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Jumat (22/11).
Arya juga menambahkan selain akan menetapkan Chandra Hamzah, RUPSLB juga akan menetapkan Pahala Mansury sebagai Direktur Utama Bank BTN.
"Direktur Utama Bank BTN Pahala Mansury, itu adalah persetujuan dari Bapak Presiden Joko Widodo sehingga nantinya akan diusulkan di RUPSLB," katanya.

Pahala Mansury. (Antara)
Baca juga: Erick Thohir Anggap Ahok Jadi Pendobrak Kurangi Impor Migas
Menteri BUMN Erick Thohir mengumumkan Pahala Mansury sebagai Direktur Utama Bank BTN mendampingi Chandra Hamzah sebagai Komisaris Utama.

Chandra M Hamzah. (Antara)
Erick Thohir juga menambahkan posisi Direktur Keuangan Pertamina yang ditinggalkan oleh Pahala diisi oleh Emma Sri Martini yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Telkomsel.

Emma Sri Martini. (Antara)
Erick menilai Chandra Hamzah yang punya latar belakang hukum dan pernah komisioner KPK cocok untuk memimpin BTN.
Chandra Hamzah diketahui sudah menemui Erick Thohir pada 18 November 2019 dan berbincang dengan Erick selama sekitar dua jam di Gedung Kementerian BUMN. Seusai menemui Erick Thohir, Chandra Hamzah mengatakan topik pembicaraan yang dibahas terkait dengan BUMN. (X-15)
Melalui ajang kompetisi tahunan BTN Housingpreneur 2025, peserta berpeluang masuk ke jaringan bisnis nyata
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Khusus untuk BTN, Purbaya memprediksi penyaluran kredit hanya tembus Rp10 triliun dari Rp25 triliun yang dialokasikan hingga akhir tahun.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Bank BTN Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan pembangunan rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 800 unit selama 2025.
Sepuluh developer ini mencatat kontribusi signifikan dengan total realisasi kredit mencapai Rp1,7 triliun, setara 50% dari total KPR Non Subsidi yang disalurkan BTN
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved