Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSEP pengembangan berorientasi pendidikan (education oriented development/EOD) kini tengah menjadi tren. Terutama bagi pengembang yang membidik konsumen pembeli hunian untuk ditinggali (end user). Pengembangan berkonsep EOD pada prinsipnya menyediakan fasilitas pendidikan sekaligus hunian layak huni.
"Sekolah atau fasilitas pendidikan adalah kekuatan konsep hunian jika kita ingin menggaet end user," sebut Direktur PT Repower Asia Indonesia, Andy Natanael, di Jakarta, Rabu (18/9).
Andy tak menampik setiap proyek yang dibangun Repower, yang merupakan singkatan dari Real Estate Power, membidik lebih banyak end user ketimbang investor. Di Repower, kata dia, end user harus dominan, perbandingannya dengan investor bisa mencapai 60:40.
Fasilitas pendidikan yang disediakan, lanjut dia, untuk usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Lalu, jenis sekolah yang dihadirkan disesuaikan dengan segmen yang disasar di setiap proyek.
"Para konsumen end user atau orang tua, kini mempertimbangkan lokasi sekolah ketika membeli hunian. Segmen ini yang ingin kami bidik," tegas Andy.
Menurut dia, sudah menjadi rumus umum bahwa keinginan para orang tua ialah memberi pendidikan yang terbaik kepada anak-anaknya. Karena itu, semakin dekat lokasi sekolah dengan kualitas pendidikan yang bermutu, kian mendorong konsumen untuk membeli hunian yang ditawarkan.
"Konsumen tipe ini kebanyakan adalah end user, bukan investor. Walau, tentu saja hunian yang kami bangun dapat juga sekaligus sebagai instrumen investasi," sergahnya.
Andy menjelaskan, bila mayoritas apartemen yang mereka bangun dibeli dan dimiliki oleh investor, dikhawatirkan terjadi penurunan harga di pasar sekunder. Misal, bila 70%-90% unit apartemen dimiliki investor yang semata mencari keuntungan (capital gain), harga di pasar sekunder akan melemah.
"Pada saat bersamaan mereka ingin menjual kembali, pasar kelebihan penawaran. Saat itulah hukum ekonomi muncul, semakin banyak penawaran, harga kian turun. Saat ini, di pasar sekunder harga terpangkas berkisar 30%-40%,” tukas dia.
Di kesempatan berbeda, Presiden Direktur PT Repower Asia Indonesia, Aulia Firdaus mengatakan, kini pihaknya menyiapkan proyek di Jakarta Selatan, Bekasi Timur, dan Tangerang.
Proyek apartemen yang tersebar di tiga lokasi tersebut akan dibangun mulai 2020 dan ditargetkan rampung berkisar 2021 hingga 2023. Segmentasi yang dibidik adalah kalangan menengah dan menengah atas.
"Selain hunian yang nyaman, apartemen tersebut tentu saja ditunjang berbagai fasilitas pendidikan yang berkualitas dan area komersial yang memadai,” jelas Aulia Firdaus.
Dia mengaku, selain fasilitas pendidikan, Repower menghadirkan proyek hunian dengan akses yang mudah.
"Misalnya proyek kami di Tangerang letaknya di tengah kota, tentu saja akses transportasinya sangat bagus. Proyek menjadi kian kuat bila dilengkapi fasilitas pendidikan," ujarnya. (RO/X-12)
Pembiayaan perumahan syariah terus tumbuh dengan dukungan developer sebagai mitra strategis, memperkuat sektor properti dan program perumahan nasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
Kombinasi lokasi strategis, reputasi pengembang dan dukungan insentif pemerintah menciptakan proposisi nilai yang kompetitif bagi calon pembeli.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri properti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved