Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Asuransi Cigna (Cigna Indonesia) terus memacu kinerja bisnis perusahaan di sisa waktu tahun ini.
Kemarin, Cigna meluncurkan produk terbarunya, Cigna Family EaziLife, yang diklaim menjadi produk yang pertama kali ada di industri asuransi di Tanah Air karena menutup perlindungan bagi orangtua dan mertua dalam satu polis.
Produk ini juga diyakni menjadi solusi bagi persoalan pelik yang dihadapi generasi sandwich saat ini. Sebagai informasi, generasi sandwich adalah generasi yang terimpit tekanan dari orangtua dan anak. Mereka berupaya memenuhi kebutuhan hidup, termasuk proteksi untuk orangtua dan anak.
"Kami melihat banyak orang membutuhkan produk seperti ini, tetapi di pasaran produk ini tidak ada. Karena itu, Cigna mempersiapkan sebaik mungkin Cigna Family EaziLife untuk memberi benefit buat masyarakat dan juga perusahaan," papar Presiden Direktur PT Asuransi Cigna, Philip Reynolds, di Jakarta, kemarin.
Cigna Family EaziLife merupakan produk yang memberi proteksi jiwa sekaligus penyakit kritis dengan jumlah tertanggung maksimal tujuh orang, termasuk orangtua atau mertua dalam satu polis. Produk itu menawarkan manfaat hingga Rp1 miliar.
Director & Chief Distribution Officer Cigna Indonesia Dini Maharani mengatakan animo masyarakat terhadap produk itu sangat tinggi. Baru beberapa hari ditawarkan ke publik sebelum launching, ternyata sudah meraih pendapatan premi tahunan Rp1 miliar.
Saat ini, Cigna Family Eazi-Life baru didistribusikan melalui jalur direct-to-customers (DTC) lewat telemarketer. Tahun depan, dipastikan bisa dibeli melalui agen atau jalur distribusi tatap muka.
"Dengan penjualan produk ini melalui jalur DTC, kami dapat mendukung program inklusi keuangan yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena produk ini dapat dibeli dari segala penjuru Indonesia melalui telemarketing representative kami," jelas Dini.
Ia menargetkan, hingga akhir tahun ini produk itu bisa memenuhi 10% dari total pencapaian lini distribusi telemarketing.
Saat ini kanal telemarketing masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan premi bruto (gross written premium/GWP) Cigna Indonesia.
Sepanjang 2018 lalu, dari kanal distribusi itu, Cigna meraih GWP sebesar Rp713,14 miliar. Telemarketing memberi kontribusi 62,1% dari total GWP Cigna yang mencapai Rp1,14 triliun.
Pada kuartal pertama 2019, GWP dari telemarketing mencapai Rp169,75 miliar yang diperoleh dari total nasabah Cigna saat ini yang mencapai 900 ribu nasabah.
Adapun dari keagenan, Cigna meraih Rp93,87 miliar dengan rata-rata pertumbuhan tiap tahunnya sebesar 57,05%.
Kontribusi dari kanal keagenan terhadap total GWP Cigna mencapai 8,2%. Pada kuartal satu 2019, pendapatan premi bruto dari keagenan mencapai Rp19,53 miliar.
Philip Reynolds mengaku tidak ada masalah dengan penurunan jumlah agen yang terjadi di industri asuransi jiwa sebagaimana dipaparkan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia.
"Berkurangnya agen itu terjadi di sejumlah industri asuransi termasuk Cigna. Akan tetapi, penurunan jumlah tersebut tidak berpengaruh pada produktivitas kita," ujarnya.
Bahkan, ia melihat bahwa peningkatan produktivitas cukup tinggi terjadi pada kanal telemarketing. (E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved