Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menilai target pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5,3% terlalu tinggi. Ia menilai target tersebut tidak akan mudah dicapai jika melihat kondisi ekonomi global yang cenderung melambat dan pergerakan harga komoditas yang sangat fluktuatif.
"Saya yakin tidak akan mudah mencapainya tetapi bukan berarti tidak mungkin untuk bisa menuju 5,3%," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi XI, Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (28/8).
Baca juga: Sri Mulyani Akui Sulit Prediksi Nilai Tukar di Tahun Depan
Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu dibenahi, salah satunya sektor industri pengolahan. Jika industri pengolahan dibenahi, lanjut dia, itu bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi. "Kuncinya ada di sana, kalau industri pengolahan itu bergerak naik, karena share-nya besar sekali 19,5%," ucapnya.
Selain itu, lanjut dia, industri pengolahan kemudian bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Dengan begitu, pendapatan masyarakat pun akan naik yang kemudian bisa meningkatkan daya beli masyarakat.
"Kalau pendapatannya naik, daya belinya akan bagus selama inflasi terkendali. Jadi, saya lebih berharap di konsumsi rumah tangga yang agak dominan daripada berharap ke ekspor," ucapnya. (OL-8)
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, permintaan domestik masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
LPEI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global dengan catatan
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
DALAM lima tahun terakhir, harga beras di tingkat konsumen terus naik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2026 secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 4,76%, berbanding terbalik dengan kondisi Februari 2025 yang mengalami deflasi 0,09%.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
BPS beberkan data perdagangan RI di jalur Selat Hormuz di tengah konflik Iran-Israel. Intip nilai ekspor-impor miliaran dolar yang terancam jika jalur ini lumpuh.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved