Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Pendapatan Asuransi Astra Diprediksi Tumbuh 5%

(Iam/Ant/E-3)
22/8/2019 09:20
Pendapatan Asuransi Astra Diprediksi Tumbuh 5%
GERAI BARU ASURANSI ASTRA(ANTARA/Asep Fathulrahman)

PT Asuransi Astra mengincar pertumbuhan pendapatan sekitar 5% sampai akhir tahun menyusul melemahnya pasar otomotif di Indonesia.

"GWP (gross written premi) mungkin akan sedikit lebih rendah dari pencapaian semester pertama," kata CEO PT Asuransi Astra Rudy Chen pada media gathering dengan media nasional di Medan, Sumatra Utara, kemarin.

Pada semester I 2019, lanjut dia, total pendapatan GWP Astra tumbuh 10% jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Meski pasar mobil turun pada semester I 2019 sehingga meme-ngaruhi penurunan pendapatan Asuransi Astra, pendapatan dari premi asuransi sepeda motor tumbuh seiring pasar kendaraan roda dua nasional yang tetap tumbuh positif. "Untuk (pendapatan GWP dari) otomotif kami tumbuh sekitar 7%-8% pada semester I," kata Rudy.

Selain itu, kata Rudy, pertumbuhan semester pertama juga ditopang pendapatan dari premi asuransi kesehatan dan komersial yang tumbuh double digit.

Namun, pada semester II, Rudy memprediksi pertumbuhan pendapatan tidak sebesar semester I karena ia menilai pasar otomotif masih stagnan bahkan cenderung turun seperti prediksi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

"Pasar roda empat, orang masih wait and see," kata Rudy. Apalagi, lanjutnya, Gaikindo memprediksi pasar mobil 2019 akan lebih rendah ketimbang di 2018.

Pada 2018 pendapatan Asuransi Astra menembus angka Rp3,78 triliun dan tahun ini diprediksi tumbuh sekitar 5%. "Ya sekitar Rp3,9 triliun atau Rp4 triliun lah," ujar Rudy ketika ditanya tentang angka perkiraan pendapatan sampai akhir 2019.

Pada kesempatan yang sama, Rudy mengatakan pihaknya masih memantau potensi pasar asuransi mobil bekas seiring penurunan penjualan mobil.

"Kami terus memonitor potensi baru itu, apalagi dalam 2-3 tahun ini penjualan mobil baru turun," ujar Rudy.

Dia mengatakan pihaknya menyadari bahwa pasar mobil bekas lebih berisiko dan pasarnya tidak jelas seperti pada mobil baru yang tiap tahun ada prediksinya. "Ada yang bilang pasar used car (mobil bekas) 2-3 kali lebih besar dari new car (mobil baru)," katanya.

Direktur Pemasaran Bisnis Ritel PT Asuransi Astra Gunawan Salim mengatakan pihaknya sudah bermain di segmen mobil bekas meski porsinya belum terlalu besar mengingat risiko mobil bekas juga tinggi. (Iam/Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya