Kamis 01 Agustus 2019, 13:45 WIB

Pemerintah Berkomitmen Selesaikan Persoalan Industri Sawit

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Pemerintah Berkomitmen Selesaikan Persoalan Industri Sawit

ANTARA/FB Anggoro
Sejumlah pekerja memanen tandan buah segar kelapa sawit di PT Kimia Tirta Utama (KTU) di Kabupaten Siak, Riau.

 

PEMERINTAH bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) berkomitmen menyelesaikan berbagai persoalan yang melanda industri kelapa sawit.

Direktur Utama BPDPKS Dono Boestami mengungkapkan salah satu masalah utama yang dihadapi adalah belum adanya data terkait luas lahan, usia tanaman, jumlah produksi, dan profil petani sawit.

"Ada banyak pihak yang mengeluarkan data. Itu membuat upaya penyelesaiaan masalah sawit tidak pernah tuntas. Maka itu, kami akan melakukan konsolidasi data sawit melalui pendirian pusat data sawit nasional," ujar Dono di Jakarta, Kamis (1/8).

Persoalan berikutnya adalah pelemahan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang berdampak pada ketidakstabilan harga tandan buah segar (TBS) yang berimplikasi langsung pada penghasilan dan tingkat kesejateraan para petani sawit.

Sebagai solusinya, beberapa program perbaikan perlu dilakukan, salah satunya adalah percepatan program mandatori biodiesel dan program bio-hydrocarbon fuel.

Baca juga: Pemerintah Harus Ganti Jurus di Sawit

Jika serapan dalam negeri bisa dimaksimalkan, Indonesia tidak perlu lagi terlalu bergantung pada pasar global yang harganya kerap berfluktuasi.

Di samping itu, pemerintah bersama BPDPKS juga akan mendorong dukungan kepada petani sawit swadaya melalui pendataan kembali jumlah dan profil petani, penyediaan kartu pekebun sawit, perbaikan logistik dan rantai pasok sawit serta penyediaan layanan informasi bagi petani sawit melalui pengadaan referensi harga TBS dan aplikasi petani sawit.

Adapun, untuk jangka panjang, akan dilakukan investasi pada industri hilir melalui program konversi sawit menjadi biohydrocarbon fuel dan pembangunan industri oleokimia.

"Langkah nyata yang dapat ditempuh adalah mengembangkan riset untuk pembuatan katalis dan insentif bagi produsen bio-hydrocarbon fuel dan oleokimia. Jika semua langkah itu dilakukan secara simultan, Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia," terang Dono. (OL-2)

Baca Juga

dok.KNPI

DPP KNPI: Kinerja Pembantu Jokowi Bidang Perekonomian Perlu Perbaikan

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 17:50 WIB
KINERJA pemerintahan bidang perekonomian mendapat sorotan publik karena kinerja yang buruk. Karena itu, Jokowi harus mengambil langkah...
DOK BNI46

Kuat Dalam GCG, BNI Kembali Menangi Penghargaan IICD

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 16:13 WIB
Raihan ini akan menjadi tolok ukur bagi perseroan untuk lebih gencar lagi dalam meningkatkan penerapan good corporate governance (GCG)...
Antara

Badan Pangan Nasional Dorong Penguatan Harga Gula Di Tingkat Petani Maupun Konsumen

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 14:18 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi menegaskan seluruh pabrik gula dapat membeli gula kristal putih produksi petani tebu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya