Kamis 01 Agustus 2019, 00:44 WIB

Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar Mobil Listrik

Antara | Ekonomi
Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar Mobil Listrik

Antara/Muhammad Iqbal
Salah satu komponen mobil listrik yang diperkenalkan Bosch di GIIAS 2019

 

STAF Ahli Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Bidang Relevansi dan Produktivitas Agus Puji Prasetyono mengatakan Indonesia harus menjadi penyedia teknologi mobil listrik dan bukan menjadi pasar mobil listrik dari pihak asing.

"Jangan sampai kita ini jadi pasar, tapi harus jadi provider (penyedia) teknologi, mobil listrik ini tidak ada susahnya, kita bisa," kata Agus di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta, Rabu (31/7).

Dia mengatakan saat ini baterai lithium yang menjadi komponen utama mobil listrik sedang dikembangkan. Percepatan pengembangan ini akan menjadi suatu keberhasilan sehingga Indonesia mempunyai kemampuan dan kemandirian sendiri memproduksi mobil listrik.

Apalagi, menurut dia, banyak negara saat ini terus mengembangkan mobil listrik karena keberadaan mobil listrik akan menjawab tantangan untuk kendaraan lebih ramah lingkungan dan menggantikan bahan bakar minyak.

Baca juga : Pemerintah Terus Dorong Program Mobil Listrik

Untuk pengembangan mobil listrik hingga produksi massal, menurut dia, diperlukan pendekatan komprehensif dengan daya dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem hilirisasi dan komersialisasi yang kondusif ke depan.    

Dia menuturkan harga dari mobil listrik juga harus didorong agar mampu bersaing dengan produk luar tapi tetap dengan kualitas yang mumpuni.

"Jangan sampai nanti baterai impor datang juga dengan harga lebih murah terus kita dengan harga lebih mahal," katanya.

Sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan dengan segera dikeluarkannya Peraturan Presiden tentang mobil listrik dan Peraturan Pemerintah (PP) tentang pajak penjualan barang mewah mobil listrik, maka dapat mendorong tercapainya target produksi mobil listrik pada 2022.

"Untuk mobil listrik, sudah jadi prototipenya, kan kita masuk industri maka harus bergandengan dengan industri, industri akan mau melakukan kalau ada insentif, ini sudah keluar mudah-mudahan tahun 2022 jalan mobil listrik ini," katanya. (Ant/OL-8);

Baca Juga

Dok. Pribadi

RI Catat Ekspor Tertinggi, Young Java Ekspor: Kepercayaan Negara Lain Mulai Meningkat

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 19:00 WIB
Menurutnya, Prestasi itu harus terus ditingkatkan dengan selalu menjaga kepercayaan, komitmen, dan...
Antara

Pasokan Aman, Pemerintah Pastikan Harga Beras Tetap Terkendali

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 25 September 2022, 18:22 WIB
Berdasarkan data Kemendag, secara rerata harga beras mengalami kenaikan 0,9% dibanding tahun...
dok.mi

Subsidi BBM Perlu Dialihkan untuk Tujuan yang Produktif

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 16:35 WIB
ANGGARAN Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang selama ini digunakan untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM), dinilai perlu dialihkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya