Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
CEO Bukalapak, Achmad Zaky, menegaskan bahwa 100% pelapak yang ada di Bukalapak berasal dari dalam negeri. Bukalapak, kata dia, tidak membuka ruang bagi penjual yang berasal dari luar negeri untuk berjualan melalui platformnya.
"Kita 100% yang jual pelapak Indonesia, kami tidak membuka seller dari luar negeri," tegasnya saat ditemui di JCC, Jakarta, Selasa (23/7).
Baca juga: PHRI Tolak Dibebani Sharing Discount
Adapun produk yang dijual pelapak lokal tersebut, diungkapkannya, memang ada yang merupakan produk dari luar negeri.
"Pertanyaannya adalah, barang yang dijual 100% orang Indonesia itu, yang barang luar negeri yang mana? Kalau hitungan kasar kita 50:50," jelasnya.
Sebelumnya, pemerintah tengah menyusun peraturan mengenai perdagangan lintas batas (cross border) melalui e-commerce. Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan bahwa hal tersebut nantinya akan dituangkan di dalam Peraturan Pemerintah (PP).
Saat ini, pemerintah tengah mereview terkait perkembangan produk impor yang masuk ke dalam negeri melalui e-commerce. Lebih lanjut, Zaky menyampaikan, bahwa pihaknya telah memberikan data transaksi perdagangan Bukalapak kepada pemerintah.
"Sudah (kasih data ke pemerintah). Pemerintah saya pikir sudah tahu, tinggal diputuskan saja mau dibuka atau ditutup karena dua-duanya ada kelebihan dan kekurangan," katanya.
Saat ini, kata Zaky, Bukalapak masih menutup penjual asing untuk berjualan melalui platformnya. Pasalnya, Bukalapak masih memegang rasa nasionalisme dalam rangka memproteksi pelaku usaha lokal.
"Kami kan cuma platform. Platform itu kan pilihannya mau dibuka sehingga orang Tiongkok e-cbisa jualan di Indonesia atau ditutup? Kami sendiri masih ditutup. Kami masih punya rasa nasionalisme lah untuk mem-protect lokal," katanya.
Baca juga: Substansi RUU SDA Dinilai Merusak Iklim Investasi
Maka itu, kata Zaky, saat ini pihaknya tengah menunggu kebijakan yang akan diputuskan pemerintah mengenai hal tersebut. Ia pun mengaku akan mengikuti apapun keputusan pemerintah tersebut. "Kami hanya menyampaikan concern, pemerintah yang memutuskan. Kita ngikutin aja," tandasnya.
Sebagai informasi, saat ini Bukalapak telah menggaet 4 juta usaha kecil dari seluruh Indonesia. Selain itu, Bukalapak juga memiliki sekitar 1,4 juta mitra Bukalapak dan agen Bukalapak. Dan memiliki 65 juta pengguna Bukalapak. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved