Kamis 20 Juni 2019, 13:48 WIB

Pacu Produksi Siap Ekspor Asal Sulawesi Tenggara

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Pacu Produksi Siap Ekspor Asal Sulawesi Tenggara

Istimewa
Gubernur Sultra, Ali Mazi dan Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil melakukan penandatangan Nota Kesepahaman di Kendari, Rabu (19/6).

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian terus mendorong melakukan pengembangan produksi perkebunan siap ekspor untuk meningkatkan devisa negara. Salah satunya pengembangan komoditas ekspor asal Sulawesi Tenggara.

"Sedikitnya ada 7 komoditas perkebunan yang diunggulkan. Antara lain kakao, kopra, lada, kemiri  kacang mede, cengkeh dan jagung. Semuanya harus menjadi andalan bagi pasokan kebutuhan dalam negeri dan juga devisa negara," kata Kepala Badan Karantina Pertanian Badan Karantina Ali Jamil saat penandatanganan nota kesepahaman pengembangan komoditas Sultra di Rumah Dinas Gubernur di Kendari, Rabu (19/6).

Menurut Jamil, pemerintah daerah sudah seharusnya melakukan pengembangan terhadap potensi perkebunan yang ada. Langkah ini sesuai dan sejalan dengan apa yang sedang ditempuh Kementerian Pertanian.

"Ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian yang menerapkan jemput bola peluang dan potensi komoditas ekspor pertanian di seluruh daerah. Kita sangat kaya, yang diperlukan tinggal komitmen dan kerja keras bersama," katanya.

Ali menekankan sedikitnya ada 6 poin yang harus dikerjakan bersama.  Pertama, kata dia, semua pihak harus memberi perlindungan pada Sumber Daya Alam dan Plasma Nutfah (Sumber Daya Genetik) di Sulawesi Tenggara. Kedua adalah penyiapan benih antara Pemerintah Provinsi dengan Pusat.

"Berikutnya adalah penyiapan infrastruktur ekspor produk pertanian.  Bimbingan teknis dalam penanganan pasca panen. Pengoptimalan produktivitas lahan dan akses pasar internasional," katanya.

Di tempat yang sama, Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi mengapresiasi langkah dan kinerja Kementerian Pertanian untuk memacu pembangunan pertanian yang diharapkan. Dia berharap semua potensi ekspor terus berkembang sehingga  meningkatkan kesejahteraan petani, pelaku dan masyakarat di Sulawesi Tenggara.

"Untuk para pelaku usaha bidang agribisnis, saya mengapresiasi kerja sama ini karena telah memberi nilai tambah dengan mengolah komoditas pertanian menjadi barang setengah. Jadi yang berdampak langsung pada lapangan pekerjaan bagi masyarakat," katanya.

Sementara Kepala Karantina Pertanian Kendari, Mastari menerangkan bahwa produk kakao asal Sultra berhasil menembus pasar ekspor Belanda pada 2018. Lebih dari itu, pasarnya juga merambah ke negara lain, Jerman. Berdasarkan data sistem otomasi perkarantinaan IQFAST, produksi kakao butter yang dikelola PT Kalla berhasil dilepas ke Belanda sebanyak 360 ton dengan frekuensi 4 kali tujuan Belanda.

baca juga: Jokowi Kunjungan Kerja ke Jatim Serahkan 3.000 Sertifikat Tanah

"Kemudian pada periode Januari hingga pertengahan Juni 2019, PT tersebut mengirim 240 ton dengan frekuensi 6 kali, tujuan Belanda dan Jerman. Ini artinya peningkatan ekspor cukup signifikan," kata Mastari.

Karantina Pertanian Kendari sebagai unit vertikal memiliki tugas menjaga kelestarian sumber daya alam hayati. Kini, sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan negara, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberi tugas khusus berupa akselerasi ekspor produk pertanian. Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan terobosan layanan percepatan ekspor dengan menggencarkan bimbingan teknis (Agro Gemilang) bagi eksportir muda.

"Makanya, uji laboratorium karantina yang dapat dipercaya negara tujuan ekspor, membuat komoditas diterima dan memiliki daya saing," tutupnya. (RO/OL-3)

 

 

Baca Juga

Antara

PLN Bisa Hemat Rp10 M dari Pembelian Listrik PLTM Pantan Cuaca Aceh

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:49 WIB
PLTM Pantan Cuaca berlokasi di Kabupaten Gayo Lues berkapasitas 4,5 MW dengan nilai investasi sebesar Rp 160...
Dok. BEBS

Jalin MoU Dengan WIKA, BEBS Akan Lakukan Pembangunan Infrastruktur di Azerbaijan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:32 WIB
Direktur Utama BEBS Hasan Muldhani mengungkapkan, rencana ekspansi usaha BEBS-WIKA tersebut dalam bentuk Kerja sama Operasi untuk...
ANTARA FOTO/DHemas Reviyanto

BUMN yang Sehat Beri Dampak Besar Bagi Negara dan Masyarakat

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 22:45 WIB
"Sejak awal, kita berkomitmen melakukan transformasi menyeluruh dengan memperbaiki proses dan fokus bisnis hingga penerapan budaya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya