Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Ekspor Komoditas Perkebunan Sangat Sentral dan Penting

Mediaindonesia.com
08/6/2019 16:55
Ekspor Komoditas Perkebunan Sangat Sentral dan Penting
Kakao.(Dok Kementan)

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) berhasil menggenjot ekspor produk pertanian hingga 26,9% dalam periode 5 tahun terakhir. Capaian ini tercatat dari volume ekspor tahun 2013 sebesar 33,5 juta ton,  meningkat signifikan pada tahun 2018 menjadi 42,5 juta ton.

"Artinya ekspor kita selama lima tahun terakhir berjalan sangat baik," ujar Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan, Ketut Kariyasa, Jumat (7/6).

Baca juga: Lagi, Garuda Indonesia Raih Tingkat Ketepatan Waktu Terbaik Dunia

Menurut Kariyasa, sektor perkebunan merupakan komoditas ekspor yang memiliki posisi cukup sentral. Lebih dari itu, sektor ini juga menjadi andalan ekspor Indonesia seiring meningkatnya konsumsi dan  perubahan gaya hidup masyarakat global.

"Karena itu, sampai saat ini membaiknya kinerja ekspor produk pertanian sangat ditentukan oleh ekspor perkebunan yang terus meningkat setiap tahunnya," tegasnya.

Sebagai catatan, volume ekspor komoditas produk pertanian selama 2013-2018 meningkat rata-rata 5,35 persen per tahun. Ini terlihat dari angka tahun 2013 yang hanya sebesar 32,5 juta ton. Namun angkanya naik tajam menjadi 41,3 juta ton pada tahun 2018.

Adapun beberapa komoditas perkebunan yang menunjukkan kontribusi penting antara lain kelapa sawit, kelapa dalam, kakao, dan karet.  Dalam periode ini, ekspor sawit meningkat 34,12 persen atau rata-rata 6,64 persen per tahun.

"Ekspor sawit pada tahun 2013 hanya sebesar 25,8 juta ton. Tetapi, angkanya meningkat drastis menjadi 34,6 juta ton pada tahun 2018," katanya.

Ekspor kelapa meningkat 52,93% atau rata-rata 10,01 persen per tahun. Ini terlihat volume ekspor tahun 2013 yang hanya di angka 1,3 juta ton setahun. Namun angka tersebut meningkat tajam pada 2018 menjadi 2,0 juta ton dalam setahun.

Selanjutnya, ekspor kakao juga mengalami peningkatan sebesar 14,11% atau rata-rata 3,55% per tahun. Angka itu terlihat dari tahun 2013 yang hanya sebesar 333,7 ribu ton menjadi 380,7 juta ton pada tahun 2018.

Baca juga: Jasa Marga: Arus Balik Bergeser lebih Awal

Demikian juga dengan lalu lintas ekspor karet yang meningkat 4,07 persen atau rata-rata 1,08% per tahun. Pada tahun 2013, angkanya ekspor ini hanya 2,70 juta ton per tahun. Namun kondisinya meningkat tajam menjadi 2,8 juta ton  setahun.

"Saat ini kita juga terus berupaya memacu ekspor komoditas perkebunan melalui produksi replenting dan bantuan benih berkualitas serta meningkatkan kualitas daya saing untuk memenuhi standar perdagangan yang telah ditetapkan. Kemudian kami juga menerapkan kebijakan regulasi untuk mempermudah proses ekspor," tutup Kariyasa. (RO/OL-6)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya