Rabu 05 Juni 2019, 01:17 WIB

Ketimpangan Pendapatan di Desa Semakin Menurun

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Ketimpangan Pendapatan di Desa Semakin Menurun

Dok Kementan
Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

 

PROGRAM pembangunan khususnya di pedesaan menjadi perhatian khusus yang terus dikembangan Kementerian Pertanian (Kementan). Hal ini dilakukan guna mewujudkan peningkatan kesejahteraan dan menurunkan ketimpangan ekonomi antara kota dengan desa.

Dengan kata lain, parameter tersebut bisa dilihat melalui dua indikator, yakni turunya jumlah penduduk miskin dan meningkatnya pendapatan masyarakat.

"Nah, kalau kita memperhatikan kedua indikator itu, maka tidak berlebihan rasanya jika pemerintahan saat ini dinilai berhasil memperbaiki kesejahteraan masyarakat," kata Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian, Ketut Kariyasa, Selasa di Jakarta, Selasa (4/6).

Baca juga: Konsumen Indonesia Masih Optimistis

Kariyasa memastikan pembangunan yang dilakukan saat ini berhasil membuat perekonomian penduduk desa meningkat drastis, bahkan jauh diatas angka rata-rata. Hal ini juga terlihat jelas dari Gini Ratio desa yang lebih rendah dari Gini Ratio kota.

Mengacu pada data bulan Maret 2013, Gini Ratio Kota awalnya hanya sebesar 0,431 dan Gini Ratio di desa sebesar 0,320. Kemudian pada Maret 2018 turun masing-masing menjadi 0,401 dan 0,324. Selanjutnya pada September 2018, penurunan kembali terjadi secara signifikan, yakni masing-masing 0,391 di perkotaan dan 0,319 di perdesaan.

"Terjadinya penurunan ini merupakan bukti nyata bahwa program-program pembangunan pertanian sudah tepat, yaitu tidak hanya berorietasi pada peningkatan produksi, tetapi mampu meningkatkan pemerataan dan menurunkan kemiskinan," tegasnya.

Disisi lain, jumlah penduduk miskin secara nasional juga mengalami penurunan hingga menembus angka satu digit, yakni 9,82%. Jumlah itu terus turun menjadi 9,66 yang tercatat pada September 2018. Demikian juga dengan jumlah penduduk miskin di desa yang mencapai 14,32% untuk tahun 2013 dan 13,20 untuk tahun 2018.

Jumlah ini kembali turun menjadi 13,20%, yang selanjutnya berubah lagi menjadi 13,10. Penurunan ini juga terjadi pada jumlah penduduk miskin di perkotaan yang tadinya 8,39%, kemudian 7,02% dan selanjutnya menjadi 6,89%.

"Penurunan jumlah penduduk miskin ini juga diikuti oleh semakin meratanya atau menurunnya ketimpangan pendapatan masyarakat, yang ditandai oleh menurunnya Gini Ratio," katanya.

Baca juga: Jelang Lebaran, Bulog Klaim Stok Pangan Pokok Aman

Kariyasa menambahkan, pada Maret 2013, Gini Ratio secara nasional mencapai sebesar 0,424. Tapi pada Maret 2018, jumlah tersebut turun menjadi 0,389, disusul bulan berikutnya 0,384.

"Angka-angka diatas secara jelas bahwa ketimpangan pendapatan masyarakat baik di perkotaan maupun di perdesaan terus menurun," tutupnya. (RO/OL-6)

 

Baca Juga

Dok GNA Group

GNA Rilis Perumahan Bernuansa Modern Art Deco

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 22:20 WIB
Pasar rumah tapak diprediksi masih akan terus tumbuh dan paling diminati tahun...
Antara

Salurkan 172.000 Ton Beras, Bulog Klaim Berhasil Redam Kenaikan Harga

👤 Refa Walukow 🕔Rabu 01 Februari 2023, 21:55 WIB
Bulog sudah menggelontorkan 172.000 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sejak awal Januari hingga 30...
Ist

Premier Lake Residence Hunian Berkualitas Idaman Generasi Milenial 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 21:33 WIB
Premier Lake Residence, sebuah hunian tropis modern berkualitas tinggi, dengan fasilitas lengkap didukung oleh konsep healthy...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya