Jumat 31 Mei 2019, 10:40 WIB

Infrastruktur Bantu Dorong Peningkatan Daya Saing Indonesia

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Infrastruktur Bantu Dorong Peningkatan Daya Saing Indonesia

Antara/FB Anggoro
Pembangunan Tol Pekabaru-Dumai

 

INDONESIA mengalami peningkatan daya saing secara signifikan pada 2019. Berdasarkan data IMD World Competitiveness Center, lembaga riset yang berbasis di Swiss, daya saing Indonesia melesat 11 peringkat dari sebelumnya di angka 43 ke urutan 32.

Kenaikan peringkat daya saing Indonesia menjadi yang terbesar di kawasan Asia Pasifik.

Kinerja ekonomi, efisiensi birokrasi, efisiensi bisnis dan infrastruktur menjadi empat indikator utama penilaian.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengungkakan pembangunan infrastruktur memang menjadi pilihan paling logis dan strategis untuk meningkatkan daya saing Indonesia sekaligus untuk mempersempit ketertinggalan dari negara-negara tetangga.

Terlebih Indonesia sempat mengalami krisis ekonomi yang berdampak pada penundaan dan penghentian pembangunan dan pemeliharan infrastruktur dua dekade silam.

Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II/2019 Diprediksi Capai 5,2%

Maka dari itu, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla berani mengambil risiko dengan mengalihkan belanja subsidi menjadi belanja produktif berupa pembangunan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan.

Kendati demikian, pembangunan infrastruktur tidak serta merta dapat dirasakan dalam jangka pendek.

Butuh waktu agar kebijakan tersebut dapat membuahkan hasil signifikan dan setidaknya, saat ini sudah mulai dapat dirasakan.

"Pembangunan tidak hanya dilakukan di kota besar saja, atau di Jawa saja, infrastruktur kita bangun di NTT, Papua, Papua Barat dan kawasan perbatasan. Tempat-tempat itu adalah yang paling membutuhkan," ujar Basuki di Jakarta, Jumat (31/5).

Dengan lahirnya infrastruktur, daya saing tiap-tiap wilayah akan terangkat. Itu akan memancing investasi masuk dan membuka lapangan kerja di daerah-daerah tersebut. Akhirnya, jumlah penduduk kerja akan terus bertumbuh.

Infrastruktur, lanjut Basuki, juga membuat produk-produk Tanah Air lebih bersaing dari sisi harga. Pasalnya, dengan adanya konektivitas yang baik, biaya logistik akan terpangkas dan membuat nilai produksi menjadi semakin murah.

Meskipun mengalami kenaikan pesat, ia berpesan agar seluruh pihak tidak berpuas diri. Indonesia kini masih tertinggal dari Thailand yang berada di peringkat 25 dan Malaysia di urutan 22.

"Jika infrastruktur kita stagnan, kita tidak akan bisa menang dari mereka," tuturnya. (OL-8)

Baca Juga

Dok JBC

Jakarta Business District Diplot Jadi Gerbang Koridor Timur

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 23:30 WIB
Koridor Timur Jakarta yang terintegrasi mulai dari Jakarta Timur, Bekasi, Cikarang, Karawang hingga Purwakarta kini menjadi primadona...
Dok MI

Sandiaga Dorong Pelaku Wisata Berdaya Saing

👤Ant 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 23:26 WIB
Sandiaga menilai produk ekraf yang dihadirkan para finalis di Kota Palembang sudah memiliki kualitas yang...
Ilustrasi

Penyaluran Kredit Fintech Tembus Rp249 T, Diakses 479 Juta Pengguna 

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 23:24 WIB
"Anggota kami sudah melayani lebih 193 juta pengguna transaksi sebagai lender (pemberi pinjaman). Kemudian, sudah diberikan ke...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya