Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
POTENSI pembayaran zakat secara digital diprediksi akan terus meningkat. Jumlahnya mencapai 30% pada tahun depan seiring dengan kampanye zakat digital yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sejak 2016.
Dalam rangka memfasilitasi kebutuhan itu, aplikasi perbankan digital milik PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) bekerja sama dengan Baznas menghadirkan layanan zakat dan donasi secara digital. Layanan ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat, khususnya para digital savvy dalam membayar zakat dan memberikan donasi selama Ramadan berupa Paket Ramadan Bahagia.
“Bulan Ramadan adalah momen berbagi kebaikan. Berkolaborasi dengan Baznas, Jenius memberikan kemudahan untuk membayar zakat dan berdonasi di bulan Ramadan,” ungkap Head of Digital Banking Bank BTPN Irwan Sutjipto Tisnabudi di Penang Bistro, Jakarta, Kamis (9/5).
Irwan menilai, masyarakat Indonesia senang sekali berdonasi, hanya saja masih banyak yang belum tahu ke mana harus mendonasikan uangnya.
Direktur Utama Baznas Muhammad Arifin Purwakananta mengungkapkan, saat Ramadan keinginan masyarakat untuk membantu sesama makin meningkat. Oleh sebab itu, Baznas dan Jenius berkolaborasi demi meningkatkan pelayanan dan menciptakan kemudahan dalam berdonasi.
“Layanan zakat digital ini memiliki keunggulan, yakni lebih simpel, aman, cepat, dan transparan, serta memungkinkan kami merespons dan melayani dengan cepat para muzaki dan mustahik,” kata Muhammad Arifin.
Terkait dengan keabsahan, Arifin menjamin seluruh zakat yang disalurkan secara digital tetap sah, lebih aman, dan dapat dipertanggungjawabkan “Saya berharap ini baik untuk Jenius, Baznaz, para pembayar zakat, dan tentunya akan menjadi baik untuk para mustahik yanh akan kita bantu,” tandasnya. (*/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved