Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menggelar program Mudik Bareng BUMN. Kali ini program tersebut diikuti 104 BUMN dengan target pemudik minimal 250 ribu orang atau meningkat 23% jika dibandingkan dengan target tahun lalu yang mencapai 200 ribu pemudik.
Pada tahun ini, PT Jasa Raharja (persero) kembali ditunjuk Kementerian BUMN sebagai ketua Satuan Tugas (Satgas) Mudik Bareng BUMN sesuai SK-52/MBU/2/2019 tertanggal 19 Februari 2019 tentang Pembentukan Satuan Tugas Mudik Gratis Tahun 2019.
“Ini merupakan tahun keempat bagi Jasa Raharja untuk turut andil kegiatan Mudik Bareng BUMN dan kedua kalinya dipercaya sebagai ketua satgas,” ujar Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Rahardjo Slamet di Jakarta, Selasa (7/5).
Ia menyatakan hingga saat ini jumlah pemudik yang akan diberangkatkan melalui prog-ram Mudik Bareng BUMN 2019 telah memenuhi target minimal. “Sampai hari ini (kemarin) mencapai 250.338 pemudik yang dikelola oleh 104 BUMN,” kata Budi.
Menurut Budi, nantinya pemudik diberangkatkan dari 56 kota yang tersebar di dalam dan luar Jawa. Untuk kota tujuan, telah ditentukan 136 kota yang tersebar di beberapa daerah. Berdasarkan evaluasi tahun lalu ada beberapa kota dihilangkan pada program Mudik BUMN 2019 karena kurang diminati pemudik.
“Ada beberapa titik keberangkatan dan tujuan yang kurang diminati pemudik sehingga kota-kota itu dikurangi dan kami maksimalkan di kota-kota yang memang menjadi favorit pemudik,” jelasnya.
Nantinya ada empat moda transportasi dalam program Mudik Bareng BUMN 2019, yaitu bus, kapal laut, kereta api, dan pesawat udara.
Budi memperkirakan ada peningkatan cukup signifikan pada moda bus yang akan digunakan yakni sebanyak 3.897 unit atau meningkat 15% ketimbang tahun lalu dengan jumlah pemudik sekitar 180.610 orang.
“Khusus moda bus akan diberangkatkan pada 30 Mei 2019 di GBK Senayan yakni sekitar 525 bus dari 56 BUMN,” terang Budi.
Untuk kapal laut dari Pelni dan ASDP akan ada 138 trip dengan pemudik sekitar 52.231 orang. BUMN juga menyediakan 49 gerbong kereta api untuk 15.693 pemudik yang berangkat pada 26 Mei dari stasiun Pasar Senen, Jakarta, ke stasiun Pasar Turi, Surabaya.
Adapun keberangkatan menggunakan pesawat akan dilakukan sekitar H-3 sampai H-2 Lebaran dengan 76 pesawat yang akan mengangkut 1.805 pemudik. “Program ini untuk memberikan fasilitas dan kenyamanan bagi masyarakat yang ingin mudik serta wujud kehadiran BUMN untuk negeri,” pungkas Budi.
Berhenti sementara
Dari Bandung, Jabar, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan sekitar 3,7 juta orang diperkirakan akan mudik dari kawasan Jabodetabek ke berbagai daerah di Jawa Barat pada tahun ini.
“Sebanyak 770 ribu pemudik atau sekitar 20%, pemudik dari Jakarta ke arah Bandung,” kata Budi dalam Rakor Angkutan Lebaran Bidang Lalu Lintas Darat, Selasa (7/5).
Untuk menghadapi pemudik yang masuk Jabar, Budi mengimbau berbagai pihak harus kompak mengantisipasi kepadatan lalu lintas di ruas jalan utama dan jalan menuju kawasan wisata.
Adapun untuk mencegah kemacetan di ruas Tol Jakarta-Cikampek, kata Budi, keempat proyek di Tol Jakarta-Cikampek akan dihentikan pada H-7 sampai H+7 Lebaran, kecuali pekerjaan kecil yang tidak akan mengganggu lalu lintas. (EM/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved