Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Konsumen Indonesia Utamakan Keamanan dalam Pengalaman Digital

mediaindonesia.com
03/5/2019 17:40
Konsumen Indonesia Utamakan Keamanan dalam Pengalaman Digital
Mohan Jayaraman, Managing Director Decision Analytics dan Business Information untuk Experian Asia Pasifik.(Ist)

DENGAN semakin meningkatnya interaksi organisasi dan konsumen di saluran-saluran digital, kedua belah pihak harus menemukan cara untuk membangun kepercayaan satu sama lain.

Berdasarkan pengamatan terhadap 6.000 konsumen dan 590 bisnis di seluruh Asia Pasifik (APAC), dari Experian's Global Identity and Fraud Report edisi APAC menyorot bahwa hubungan saling percaya secara online adalah atas dasar saling memberikan lingkungan yang aman dan pengalaman konsumen tanpa batas.

Sejumlah 504 konsumen dan 53 bisnis dari Indonesia ikut serta dalam penelitian ini.

Laporan menemukan bahwa mayoritas (77%) konsumen Indonesia menilai 'keamanan' sebagai unsur terpenting dari pengalaman online, diikuti oleh 'kenyamanan' (17%), dan 'personalisasi' (6%).

Penilaian konsumen Indonesia yang menekankan pada keamanan serupa dengan di Malaysia, dan menempati peringkat kedua tertinggi di APAC setelah China (83%).

Laporan tersebut juga menemukan bahwa 40% bisnis Indonesia pernah mengalami peningkatan kerugian terkait penipuan online selama lebih dari 12 bulan.

Kerugian itu termasuk juga serangan pembajakan dan pembukaan akun palsu.

Akibatnya, 77% konsumen Indonesia yang disurvei, tertinggi di APAC, kenyamanan yang tak tertandingi dalam masyarakat digital kini adalah privasi.

Sebanyak 50% dari bisnis di Indonesia menyatakan bahwa mereka mengumpulkan data personalisasi untuk menciptakan pengalaman pengguna, produk target dan penawaran-penawaran yang disesuaikan.

"Dengan interaksi antara bisnis dan konsumen yang kian meningkat terjadi melalui saluran digital, membangun lingkungan yang aman dan saling percaya seharusnya menjadi prioritas utama," ujar Mohan Jayaraman, Managing Director Decision Analytics dan Business Information untuk Experian Asia Pasifik, dalam keterangan tertulis, Jumat (3/5).

Menurut Mohan, hal tersebut akan menjadi keharusan bagi para pemimpin bisnis untuk menanamkan modal pada verifikasi identitas dan kemampuan manajemen penipuan untuk menyadari potensi penuh dari ekonomi digital Indonesia.

Data merupakan hal yang vital bagi ciri khas tanpa batas pada layanan digital di Indonesia.

Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2018 dari Google-Temasek, Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi internet terbesar dan tercepat di kawasan itu.

Pertumbuhan ini diperkirakan mencapai US$100 miliar di 2025 dan didukung oleh basis pengguna terbesar di Asia Tenggara.

Selain kenyamanan konsumen, pembangunan data positif juga akan menjadi vital untuk mendorong potensi digital Indonesia dan Visi Go Digital 2020 diantisipasi akan mendorong keseluruhan pertumbuhan negara ini melalui digitalisasi.

Sementara metode keamanan yang saat ini digunakan oleh perusahaan-perusahaan masih tradisional, temuan laporan mengungkap bahwa teknologi-teknologi baru dan solusi otentikasi lanjutan sangat diminati oleh konsumen.

 

Baca juga: BI Terbitkan Pedoman untuk Sikapi Ketidakpastian Ekonomi Dunia

 

Bahkan, konsumen Indonesia yang sudah  bersentuhan dengan biometrik fisik dan perilaku saat melakukan aktivitas perbankan online menampilkan kepercayaan diri pada langkah-langkah keamanan: 76% memiliki kepercayaan diri tinggi pada biometrik perilaku.

"Konsumen terus mengandalkan perusahaan-perusahaan dalam menjalankan langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan dan perlindungan dalam interaksi digital. Mereka juga mengandalkan para perusahaan karena pendekatan yang mudah.

Satu pendekatan yang telah membuktikan yang efektif dan diterima oleh konsumen adalah biometrik yang mempercepat dan mempermudah proses verifikasi identitas bagi konsumen," ujar Mohan.

Perusahaan-perusahaan seperti bank, jasa keuangan dan sektor asuransi, agen pemerintah, dan perusahaan jasa sistem pembayaran yakin untuk menghadirkan kepercayaan diri konsumen terbesar terkait penanganan data personal.

Perusahaan jasa sistem pembayaran di Indonesia menikmati tingkat kepercayaan konsumen tertinggi (73%) di kawasan APAC, diikuti di tempat kedua adalah Thailand (pada angka 76%).

Hal ini sepertinya dikarenakan upaya-upaya pemerintah Indonesia dalam membangun infrastruktur dan ekosistem untuk memfasilitasi pembayaran digital dan perdagangan online.

Transparansi adalah penentu utama lainnya dalam membangun kepercayaan bersama. Laporan juga menemukan bahwa 88% konsumen Indonesia mengharapkan transparansi penuh dari para bisnis mengenai bagaimana informasi milik mereka digunakan.

Memahami kebutuhan ini, 64% bisnis Indonesia yang disurvei telah menanamkan modal pada program yang dirancang untuk meningkatkan transparansi dalam enam bulan terakhir.

Sebanyak 70% perusahaan merencanakan untuk menanam modal lagi untuk inisiatif-inisiatif seperti ini. Contohnya, inisiatif di sini termasuk mendidik konsumen, mengkomunikasikan istilah-istilah dengan lebih padat dan membantu konsumen merasa memiliki kuasa akan data personal mereka.

Bisnis Identity and Fraud Experian terdiri dari hampir 300 ahli di seluruh dunia yang bekerja untuk melindungi identitas orang dan melawan penipuan bagi bisnis di berbagai sektor, termasuk jasa keuangan, telekomunikasi, ritel/e-dagang, asuransi, pemerintah, dan kesehatan. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya