Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Panen Raya Padi, Nilai Tukar Petani Merosot

Andhika Prasetyo
02/5/2019 15:05
Panen Raya Padi, Nilai Tukar Petani Merosot
Panen padi(ANTARA)

NILAI Tukar Petani (NTP) pada April 2019 tercatat sebesar 102,23, turun 0,49% dari posisi bulan sebelumnya yakni 102,73. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengungkapkan penurunan itu terjadi karena indeks harga yang diterima petani melalui penjualan hasil panen lebih rendah dari indeks harga yang dikeluarkan, baik untuk keperluan produksi tani dan konsumsi sehari-hari.

Dilihat secara rinci, semua subsektor kecuali hortikultura mengalami penurunan NTP. Pelemahan paling tajam terjadi pada subsektor tanaman pangan yang turun sampai 1,21%.

Baca juga: Indonesia Dukung Georgia Jadi Tuan Rumah ADB Annual Meetings 2021

Suhariyanto menyebutkan penurunan itu merupakan hal yang wajar di tengah musim panen raya yang masih terus berlangsung. "Ketika panen banyak, harga pasti turun. Uang yang diterima petani pun ikut turun," ujar Suhariyanto di kantornya, Senin (2/5).

Namun, ia mengingatkan agar pemerintah dapat segera bergerak cepat mencari solusi konkret agar harga tidak terus merosot. "Karena di NTT harga gabah ada yang sampai Rp3.000 per kilogram (kg). Itu kan jauh di bawah harga pembelian pemerintah yang ditetapkan Rp3.700 per kg," tandasnya.

Sementara, NTP hortikultura yang mengalami kenaikan 0,6% terjadi lantaran harga beberapa komoditas yakni bawang merah dan bawang putih sedang tinggi sehingga pendapatan yang diraup petani juga tinggi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bawang putih dan bawang merah berkontribusi cukup besar terhadap inflasi April yang mencapai 0,44%. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya