Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kalla Usul BRI Adopsi SDGs

(Dro/E-2)
30/4/2019 03:20
Kalla Usul BRI Adopsi SDGs
Wapres Jusuf Kalla(ANTARA FOTO/M.Irfan Ilmie )

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan Belt and Road Initiative (BRI) perlu mengadopsi sejumlah aspek dari Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan yang digagas PBB beberapa tahun lalu. Sebab, menurut Wapres, terdapat sejumlah irisan antara tujuan BRI dan SDGs.

Salah satunya, menurut Kalla, terkait dengan pentingnya prinsip tidak ada yang tertinggal dalam mencapai tujuan (no one left behind) pembangunan berkelanjutan. Untuk mencapainya pun, menurut Kalla, harus bersama-sama.
“Semangat pencapaian SDGs harus didasari semangat leave no one behind dengan memerhatikan kondisi dan ­prioritas tiap-tiap negara (peserta).

Selain itu, harus mengacu pada tiga pilar pembangunan berkelanjutan, ekonomi, sosial, dan lingkung-an hidup,” tutur Kalla di Sesi III Round Table Belt and Road Forum di Beijing, Tiongkok, akhir pekan kemarin.

Kalla juga menyampaikan diperlukan suatu sinergi kerja sama internasional yang bersifat inklusif. Oleh sebab itu, penting pada suatu kerja sama mendorong pola national driven. “Dengan BRI bersifat inklusif, diharapkan akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal semaksimal mungkin sehingga pada akhirnya menurunkan tingkat pengangguran di tiap-tiap negara anggota BRI,” ujar Kalla.

Pembangunan ­berkelanjutan atau SDGs ialah 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur yang telah ditentukan PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia. Tujuan ini dicanang-kan bersama oleh sejumlah negara melalui resolusi PBB yang diterbitkan pada 21 Oktober 2015 sebagai ambisi pembangunan bersama hingga 2030.

Adapun BRI ialah suatu strategi pembangunan yang diusulkan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang berfokus pada konektivitas dan kerja sama antara negara-negara Eurasia. Strategi itu menegaskan tekad Tiongkok untuk mengambil peran lebih besar dalam urusan global dengan sebuah jaringan perdagangan yang berpusat di negeri itu. (Dro/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya